LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

TKW di Suriah, dipaksa ke pasar meski perang berkobar

Sri Dewi mengaku dipaksa majikan ke pasar meski pertempuran berkecamuk.

2012-06-13 15:39:16
TKI
Advertisement

Beginilah tekanan dialami Sri Dewi, 30 tahun, pembantu asal Indonesia bekerja di Provinsi Homs, Suriah. Walau nyawa menjadi taruhan, dia tetap nekat ke pasar membeli kebutuhan keluarga majikan.

Ibu dua putri ini mengaku walau keadaan gawat lantaran pertempuran terjadi saban hari, majikannya tetap menyuruh dia ke pasar saban dua hari. Dia ke sana sendirian dan berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar seperempat jam. Kalau mendengar bunyi tembakan atau ledakan, dia biasanya bersembunyi dulu hingga situasi aman.

Sri mengaku pasrah saja disuruh keluar rumah di tengah pertempuran. "Habis mau gimana lagi, namanya kerja," kata Sri pasrah saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, Selasa (12/6). Dia menambahkan majikannya bisa menyuruh dia keluar rumah kapan saja kalau diperlukan.

Homs bersama Idlib, Hama, dan Deraa, menjadi basis pertahanan pemberontak. Karena itu, pasukan rezim Basyar al-Assad hampir saban hari menggempur empat wilayah itu.

Perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, ini mengaku sudah satu setengah tahun bekerja di Homs. Ia menjadi pembantu di rumah pasangan Rafiq Zamja dan Fadia Rayya yang memiliki lima anak. Ia tiap hari bekerja sejak pagi hingga malam dengan gaji sekitar Rp 1,5 juta.

Sri mengungkapkan dia sebenarnya korban penipuan perusahaan pengerah jasa tenaga kerja di kawasan Condet, Jakarta Timur. "Mereka tadinya menjanjikan saya bekerja di Qatar," ujarnya. 

Entah sampai kapan Sri bisa bertahan di Homs, Dia mengaku Kedutaan Besar Indonesia di Ibu Kota Damaskus tidak peduli meski ia sudah minta dievakuasi. "Kamu harus habisin kontrak, rugi entar kantor (kedutaan) harus ganti Rp 40 juta. Emang keluarga kamu mau bayar Rp 40 juta," kata Sri menirukan ucapan seorang staf kedutaan

Hingga kini, pertempuran antara tentara pemerintah dan pihak pembangkang masih berlanjut. Perserikatan bangsa-Bangsa menyatakan cemas perang saudara bakal makin tak terkendali.

Sejak pertikaian berdarah itu meletup Maret tahun lalu, pihak oposisi mengklaim hampir 11 ribu orang, kebanyakan warga sipil, terbunuh.



(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.