Tim pencari: Pesawat MH370 akan ditemukan 1-2 bulan lagi
Cuaca di lokasi pencarian semakin membaik.
Tim pencari pesawat Malaysia Airlines MH370 kini menggeser daerah pencarian ke sebuah wilayah terpencil di Samudera Hindia.
Lokasi itu sesuai dengan perhitungan dari pilot asal Inggris Kapten Simon Hardy. Menurut Hardy, wilayah di Samudera Hindia itu menjadi lokasi paling memungkinkan jatuhnya pesawat berpenumpang 239 orang yang hilang sejak 8 Maret tahun lalu.
Stasiun televisi CBS News melaporkan, tim pencari dari kedua negara yakni Australia dan Malaysia mengatakan pencarian itu akan mulai dilakukan di sepanjang Desember karena cuaca di wilayah itu semakin bersahabat.
Sebelumnya pencarian di wilayah terpencil di Samudera Hindia itu sulit dijangkau karena cuaca tidak mendukung.
"Kami terus mengarah ke selatan karena cuaca semakin membaik," kata kepala tim pencari dari Biro Keselamatan Transportasi Australia Martin Dolan.
Teori Hardy yang mengatakan MH370 kemungkinan berada di lokasi itu setelah berubah arah dari rute seharusnya, Kuala Lumpur-Beijing, sudah banyak beredar dalam beberapa bulan terakhir. Dia menggunakan analisis matematika dan simulasi penerbangan untuk menentukan arah di mana pesawat itu hilang.
"Saya cukup yakin puing pesawat itu akan ditemukan dalam waktu empat hingga delapan pekan mendatang," kata Hardy kepada koran the Australian.
Dolan menuturkan tim pencari masih meyakini kontak satelit terakhir dari salah satu mesin pesawat itu mengisyaratkan pesawat nahas itu kehabisan bahan bakar dan jatuh ke laut.
Satu-satunya puing pesawat MH370 yang berhasil ditemukan adalah sayap pesawat di Pulau Le Reunion di Samudera HIndia pada Juli lalu.
Baca juga:
Hewan mungil ini bisa bantu ungkap lokasi pesawat MH370
Empat temuan perkuat bukti hilangnya MH370 di Samudera Hindia
Ini lokasi ditemukannya puing Malaysia Airlines MH370 di Prancis
Nomor seri puing pesawat kunci pengungkapan misteri MH370
Ada botol So Klin Pemutih di lokasi penemuan puing diduga MH370
Charlie Hebdo dikecam, bikin sampul hina serpihan diduga dari MH370