Tim ahli dari Prancis bantu cari kotak hitam AirAsia QZ8501
Mereka tiba hari ini di lokasi pencarian.
Badan penyelidik kecelakaan Prancis (BEA) akan menurunkan tim ahli pencari kotak hitam dan berbagai peralatan canggih buat membantu mencari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501.
Menurut BEA tim mereka akan tiba hari ini, seperti dilansir koran the Star, Jumat (2/1). BEA selama ini selalu ikut menyelidiki kecelakaan pesawat Airbus di mana pun terjadi karena pesawat jenis itu buatan Prancis.
"Pada pagi 2 Januari waktu setempat, sebuah kapal akan membawa tim ke lokasi pencarian. Mereka dilengkapi peralatan pencari kotak hitam, termasuk hidropon, untuk melacak gelombang akustik dari dua kotak hitam itu," kata pernyataan BEA.
Pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura membawa 162 penumpang hilang kontak pada Ahad pagi di sekitar perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, karena cuaca buruk. Ko-pilot pesawat nahas itu juga berkebangsaan Prancis.
Tiga hari kemudian tim pencari menemukan serpihan dan beberapa jenazah korban. Hingga hari ini jenazah yang sudah ditemukan ada sepuluh orang, termasuk salah satunya pramugari.
Baca juga:
Kapal USS Sampson temukan 6 jenazah korban AirAsia
Selain 2 jenazah, puing AirAsia dievakuasi ke Pangkalanbun
Dua lagi jenazah dievakuasi ke Pangkalanbun, ditemukan dini hari
Inilah fasilitas istimewa bagi keluarga penumpang AirAsia QZ8501
Keluarga Co-Pilot asal Prancis belum serahkan data antemortem
Identitas 7 jenazah AirAsia diupayakan selesai malam ini
Cuaca buruk, pesawat AirAsia Jakarta-Surabaya mendarat di Bali