Thaksin: Sejujurnya saya ingin pulang ke Thailand
Menurut Thaksin pangkal kemelut politik di Thailand lantaran para penguasa menolak mengubah kebiasaan.
Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, mengatakan sejujurnya dia berniat pulang ke Negeri Siam itu setelah bertahun-tahun hidup di pengasingan setelah didakwa dua tahun penjara atas kasus korupsi. "Tetapi saya tidak ingin jika kepulangan saya malah menimbulkan perkara baru," kata Thaksin kepada wartawan usai menghadiri acara Peluncuran Forum dan Jurnal Strategic Review - The Indonesian Journal of Leadership and World Affairs berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Indonesia, Selasa (17/7).
Saat didesak bagaimana caranya Thaksin kembali, pengusaha di bidang telekomunikasi itu mengatakan dia tidak tahu dan jika tahu dia akan segera kembali besok sembari tertawa.
Menurut Thaksin kemelut politik di Thailand saat ini tidak terlepas dari penolakan para penguasa untuk berubah dari kebiasaan lama condong anti-demokrasi. "Mereka terlena dan tegas menolak perubahan," ujar Thaksin.
Thaksin menolak jika proses amandemen konstitusi Thailand sedang berlangsung sengaja dilakukan demi menolak kehadiran dia di Negeri Gajah Putih. Menurut dia hal itu terjadi agar undang-undang dasar negara itu lebih menampung prinsip-prinsip demokrasi dalam porsi lebih luas.
Thaksin pun sangat terkesan dengan kemajuan Indonesia di bidang politik, sosial, ekonomi. "Utamanya ekonomi karena terlihat meningkat sangat pesat," lanjut Thaksin.
Menurut Thaksin, di masa lalu mungkin banyak orang khawatir dengan kemampuan Indonesia mengelola wilayah sangat besar dan bisa berakibat kepada pelanggaran kedaulatan. Tetapi, menurut dia, waktu membuktikan keadaan Indonesia sekarang jauh lebih kuat lantaran ditunjang dengan proses demokrasi.
Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, hari ini menghadiri acara peluncuran Forum Strategic Review dan menjadi salah satu panelis dalam diskusi bertajuk Perdamaian dan Rekonsiliasi di Asia Tenggara. Dia hadir bersama dengan dua tokoh lain, yakni bekas Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dan mantan Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Jose Ramos Horta. Dia duduk tepat di samping Presiden Susilo Bambang Yudhyono.
Thaksin ditetapkan sebagai buronan setelah Mahkamah Agung Thailand menjatuhkan vonis dua tahun penjara dalam kasus korupsi. Tetapi, dia sudah keburu kabur dari negaranya sebelum putusan itu keluar. Saat ini mantan pemilik klub sepakbola liga Inggris, Manchester City, diduga menetap di Dubai, Uni Emirat Arab.
Thaksin sudah dua kali menjabat perdana menteri Thailand sejak 2001, sebelum digulingkan lewat kudeta militer tak berdarah pada September 2006. Tetapi bagi kalangan petani dan rakyat miskin Negeri Siam, sosok dia tetap populer sampai sekarang.
(mdk/fas)