Thailand luncurkan layanan keluhan 24 jam buat lapor biksu nakal
Langkah ini diikuti oleh tumpukan skandal dilakukan para biksu.
Para biksu nakal telah menghadapi kecaman setelah otoritas keagamaan Thailand mengatakan mereka telah meluncurkan layanan keluhan selama 24 jam penuh bagi masyarakat untuk melaporkan tindakan nakal dilakukan para biksu Buddha.
Langkah ini diikuti oleh tumpukan skandal dari para biksu mulai dari laporan di mana para biksu mengonsumsi obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol sampai sebuah kasus pada Mei lalu lima kepala biara yang dipecat setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki, seperti dilansir situs Asia One, Rabu (18/6).
Kantor Nasional agama Buddha (NOB) mengatakan ide untuk meluncurkan layanan keluhan muncul setelah kudeta Thailand yang membuat Jenderal Prayut Chan-OCha menyatakan keprihatinan atas citra Buddhisme.
"Kami telah menyiapkan layanan keluhan untuk menerima pengaduan dari orang-orang jika mereka melihat sesuatu yang membahayakan agama kita," kata Napparat Benjawattananant dari NOB.
"Orang-orang dapat mengajukan keluhan jika mereka melihat biksu yang terlibat dalam hal-hal tidak religius. Misalnya jika mereka melihat biksu palsu mengumpulkan sumbangan," jelas dia.
NOB mengatakan ada sekitar 270.000 biksu di seluruh negeri, yang melihat agama sebagai salah satu pilar utamanya.
"Kami tidak memiliki cukup staf untuk memeriksa setiap biksu jadi kita perlu memobilisasi masyarakat umum," ujar Napparat, seraya menambahkan para pejabat akan mengambil tindakan segera setelah menerima pengaduan.
(mdk/fas)