Terlibat korupsi, mantan presiden Korsel resmi ditahan
Terlibat kasus korupsi, mantan presiden Korsel resmi ditahan. Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui permintaan jaksa untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Geun-hye dini hari tadi. Hal itu dilakukan setelah Geun-hye memberikan kesaksiannya selama delapan jam pemeriksaan.
Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye resmi mendekam di balik jeruji atas tuduhan suap dan skandal korupsi yang melibatkannya hingga membawa elite politik dan negara. Geun-hye ditahan di Pusat Penahanan Seoul hari ini.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui permintaan jaksa untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Geun-hye dini hari tadi. Hal itu dilakukan setelah Geun-hye memberikan kesaksiannya selama delapan jam pemeriksaan.
Sebelumnya, kuasa hukum Geun-hye telah meminta agar kliennya tidak ditahan dan berjanji tidak akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau mencoba mengelak dari bukti yang ada. Namun, pengadilan tidak menyetujuinya. Dikhawatirkan Geun-hye akan menghindar dan memanipulasi bukti-bukti.
Dilansir dari laman NBC News, Jumat (31/3), Geun-hye dibawa dengan sedan hitam di bawah pengawalan polisi. Dia terlihat duduk di kursi belakang dan diapit oleh dua petugas perempuan. Wajahnya tampak pucat dan penampilannya juga jauh dari elegan.
Saat ini, jaksa yang menyelidiki Geun-hye diberi waktu 20 hari untuk mengembangkan kasus. Selama itu pula, Geun-hye akan tetap ditahan.
Seperti diketahui, Geun-hye merupakan satu-satunya pemimpin Korsel yang dipecat dari jabatannya. Dia dituding telah bersekongkol dengan temannya, Choi Soon-il, untuk menekan para pebisnis agar menyumbangkan dana ke yayasan yang dia miliki.
Meski keduanya telah menyangkal tuduhan tersebut, namun proses hukum tetap berjalan.(mdk/pan)