LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tepis isu sang khalifah tewas, ISIS rilis rekaman suara Baghdadi

Dalam rekaman 17 menit itu, bos ISIS mengklaim koalisi serangan udara AS-Saudi gagal membunuhnya.

2014-11-14 11:18:11
Ekstremis ISIS
Advertisement

Sebuah rekaman suara yang diakui sebagai suara Abu Bakar al-Baghdadi diunggah ke media sosial milik kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia adalah sang khalifah kelompok teror tersebut, yang kabarnya tewas terkena serangan roket Angkatan Udara Amerika Serikat di perbatasan Irak-Suriah.

Dalam rekaman suara tersebut, pimpinan ISIS ini mengatakan tindakan Amerika melawan ISIS sangat menyedihkan, dan lemah. Stasiun Televisi CNN yang memperoleh salinannya belum dapat mengonfirmasi keaslian dari rekaman itu.

Rekaman berdurasi 17 menit itu mengatakan upaya koalisi internasional menyerangnya gagal total. Baghdadi sekaligus memprovokasi pasukan AS dan Saudi hanya setor nyawa ke tangan prajurit ISIS. Dalam rekaman tersebut, Baghdadi menegaskan ISIS akan terus melawan dan berperang di mana saja demi kejayaan khilafah.

Advertisement

Rekaman suara itu sekaligus mengecam Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. Sang presiden Negara Adi Daya itu rencananya akan menyebarkan 1.500 tentara tambahan ke Irak buat memerangi ISIS.

Seorang analis senior di Flashpoint Partners, Laith Alkhouri, mengatakan para analisis mempercayai rekaman tersebut asli. "Rekaman tersebut diunggah di media sosial resmi milik ISIS. Suara Al-Baghdadi terdengar jelas di rekaman tersebut." ujar Alkhouri, Jumat (14/11).

Rekaman suara itu diunggah ke dunia maya, diduga buat menepis kabar kematian al-Baghdadi akibat serangan udara. Sampai sekarang kabar kematian sang khalifah masih simpang siur karena dia tidak ditemukan di manapun, bahkan oleh intelijen Barat.

Advertisement

Sebagai informasi, ada lebih dari 40 negara yang bergabung membentuk koalisi untuk memerangi ISIS, termasuk di dalamnya Singapura. Indonesia sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi turut memerangi kelompok radikal ini.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.