Tentara Israel disinyalir bergabung dengan ISIS
Tentara yang membelot itu dari Brigade Givati. Disinyalir 150-an warga Israel berdarah Arab jadi anggota ISIS
Dinas Intelijen Israel mencatat belasan warga negaranya dari keturunan Arab menyeberang ke Suriah untuk bergabung bersama Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sebulan terakhir. Salah satunya adalah veteran Angkatan Darat Tentara Pertahanan Israel (IDF).
Jerusalem Post melaporkan, Selasa (15/12), belasan warga Israel itu menyeberang ke Suriah secara ilegal. Dikhawatirkan, mereka teradikalisasi, lalu berencana pulang untuk melakukan teror di wilayah Zionis.
Sosok veteran yang membelot ke ISIS itu terhitung berbahaya, karena dia pernah menjadi anggota pasukan khusus Infantri Givati. Lelaki tak disebut namanya ini berpengalaman mengikuti perang kota di kawasan Jalur Gaza, Palestina. Kasus ini adalah pertama kalinya tentara Zionis mendukung ISIS.
Pemerintah Israel khawatir, paham ISIS menyebar di kalangan warga keturunan Arab. Penduduk berdarah campuran Arab-Israel mencapai 20 persen dari total populasi Negeri Zionis itu.
Pada November 2015, tujuh penduduk Jaljulia, di Provinsi Saba, ditangkap Dinas Intelijen Dalam Negeri (Shin Bet), atas dugaan hendak bergabung dengan ISIS. Mereka kedapatan akan berangkat ke Turki, lalu menyebrang ke Suriah.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan penduduk Israel yang mendukung ISIS otomatis kehilangan status warga negaranya. Setahun terakhir, diperkirakan 150-an penduduk Israel berdarah Arab berhasil menyeberang ke Suriah atau Irak, lalu menjadi militan.
Baca juga:
Penemuan mozaik kuno peninggalan Bizantium di Israel
Hakim Spanyol umumkan surat perintah penahanan Benjamin Netanyahu
Israel: ISIS bertanggung jawab atas serangan mematikan di Paris
Gaya lansia korban selamat Holocaust ikut kontes kecantikan
Israel punya rudal baru lindungi kilang minyak lepas pantai