LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Taliban ejek kelumpuhan pemerintah Amerika

Taliban menyebut politisi Negeri Adidaya itu telah mengisap darah rakyat mereka sendiri.

2013-10-09 22:33:00
Amerika Serikat
Advertisement

Pejuang Taliban, yang memerangi pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, hari ini mengejek Washington atas kelumpuhan pemerintah federal dan menuding politisi Negeri Adidaya itu mengisap darah rakyat mereka sendiri.

Kelompok militan itu mengeluarkan sebuah pernyataan menjelaskan bagaimana lembaga-lembaga Amerika lumpuh, lokasi Patung Liberty ditutup, dan kejatuhan jumlah wisatawan yang memukul pertokoan, restoran serta hotel di Washington, seperti dilansir situs asiaone.com, Rabu (9/10).

"Rakyat Amerika harus sadar bahwa politisi mempermainkan nasib mereka serta nasib bangsa tertindas lainnya demi kepentingan pribadi mereka," kata Taliban.

Advertisement

Taliban juga menuduh pemimpin Amerika yang egois dan berpikiran kosong mengambil uang warganya, yang sudah diperoleh dengan susah payah dan dengan boros menghabiskan uang itu dengan menumpahkan darah orang tidak bersalah dan tertindas.

"Uang itu seharusnya dimanfaatkan demi perdamaian bukannya untuk mengisap darah rakyat mereka," lanjut Taliban.

Kedutaan besar Amerika di Ibu Kota Kabul mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan agar dapat berfungsi dalam waktu dekat akibat kelumpuhan itu, meskipun akun Twitter kedutaan tidak akan diperbaharui secara teratur. Staf wartawan kedutaan juga belum menangapi pernyataan dari Taliban itu.

Advertisement

Taliban, yang digulingkan dari kekuasaannya dalam sebuah serangan dukungan Amerika pada 2001, sering menggunakan situs mereka untuk mengeluarkan serangan kata-kata terhadap Washington dan pemerintah Kabul.

Sekitar 57 ribu tentara Amerika ditempatkan di Afghanistan. Sebagian besar dari mereka akan ditarik keluar pada akhir tahun depan.

Kelumpuhan pemerintah Amerika mengakibatkan ratusan ribu pegawai negeri dirumahkan tanpa upah setelah Kongres gagal meloloskan anggaran untuk tahun 2014, yang dimulai pada 1 Oktober lalu.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.