LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tak suka Paus kritik kapitalisme, Trump ingin ISIS serang Vatikan

Paus bulan lalu meminta negara maju untuk lebih peduli pada sesama serta mengurangi emisi karbon

2015-08-21 12:02:00
Amerika Serikat
Advertisement

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, semakin menjadi-jadi dalam memberikan pernyataan nyeleneh. Sosok pengusaha ini sejak beberapa bulan terakhir menggegerkan sesama politikus karena mulut pedasnya.

Dikutip dari laman the Independent, Kamis (20/8), Trump menakut-nakuti Paus Fransiskus bahwa Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) bakal menginvasi Vatikan. Pernyataan tanpa dasar ini disampaikan Trump karena jengah Sri Paus terus mengkritik kapitalisme.

Hal tersebut Trump sampaikan ketika melakukan wawancara dengan Chris Cuomo, seorang presenter Kantor Berita CNN Rabu malam waktu setempat. Cuomo menanyakan hal apa yang akan hendak dibicarakan dengan Paus Francis bila ada kesempatan bertemu dalam kunjungannya ke AS bulan depan.

Advertisement

"Saya pikir dia adalah seorang yang baik, sekalipun dia terjun ke ranah politik, namun jika Paus berani mengatakan hal negatif terkait kapitalisme yang dinilai sebagai keserakahan, racun, dan korupsi, maka saya akan menakutinya jika ISIS menginginkannya, dan cukup diketahui bila ISIS ingin menguasai Vatikan," ucap Trump.

Sekadar informasi, Paus Fransiskus bulan lalu mengeluarkan dokumen meminta negara-negara maju mengurangi emisi karbon. Dalam surat terbuka itu, Tahta Suci Vatikan sekaligus berharap negara kaya lebih peduli pada kaum papa sedunia.

Cuomo yang terhenyak lantas mengatakan apakah ini sebuah lelucon, ancaman, atau malah informasi soal rencana ISIS? Capres kontroversial ini lalu menegaskan bila keutamaannya saat ini adalah kapitalisme.

Advertisement

"Saya harus menakutinya, namun saya paham bila Paus hanya takut pada Tuhan. Namun kebenaran yang terjadi kapitalisme adalah apa yang kita miliki sekarang dan akan menjadi besar bila hal itu bekerja dengan baik," lanjutnya.

Gaya berbicara Trump yang ceplas-ceplos memang menjadi ciri khasnya dan tidak jarang meyulut emosi capres dari partai oposisi atau bahkan berkonflik dengan negara lainnya. Bulan lalu, Trump mengundang kemarahan publik setelah enteng menuduh semua imigran Meksiko sebagai biang kriminalitas di AS.

Baca juga:
Bakal capres AS sebut wilayah Tepi Barat hak bangsa Israel
Raffi, transgender pertama yang bekerja di Gedung Putih
Perempuan ini menikah dengan Yesus
Konflik memanas, ini perbandingan militer Korut vs Korsel
NASA ubah kotoran manusia jadi makanan buat astronot
Kebakaran hebat di AS, hanguskan 2,9 juta hektar hutan
Kostrad gelar latihan perang bareng US Army di Sukabumi

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.