LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Tak Akur dengan Netanyahu, Mantan Menhan Israel Yoav Gallant Mundur dari Parlemen

Gallant terkenal dengan pandangannya yang seringkali mandiri dan terkadang bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Netanyahu.

Jumat, 03 Jan 2025 17:02:10
yoav gallant
Foto selebaran yang dirilis kantor PM Benjamin Netanyahu pada 26 Oktober 2024, memperlihatkan dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan komandan IDF di bunker di bawah pangkalan militer Kirya di Tel Aviv. (Avi Ohayun/GPO) (@ 2024 merdeka.com)
Advertisement

Mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai anggota Knesset (parlemen Israel) pada Rabu (1/1/2025). Gallant sering kali memiliki pandangan yang bertentangan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta para sekutu dari koalisi pemerintahannya yang berasal dari partai-partai kanan jauh. Dia dipecat oleh Netanyahu pada November 2024 setelah berbulan-bulan terjadi perbedaan pendapat mengenai strategi penanganan perang melawan Hamas di Jalur Gaza. Meskipun demikian, Gallant tetap mempertahankan posisinya sebagai anggota Knesset yang terpilih.

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, Gallant menyampaikan, "Seperti halnya di medan perang, demikian pula dalam pelayanan publik. Ada saat-saat di mana seseorang harus berhenti, mengevaluasi, dan memilih arah untuk mencapai tujuan," yang menunjukkan bahwa dia merasa perlu untuk mengambil langkah mundur. Perselisihan antara Gallant dan Netanyahu, serta sekutu-sekutu koalisinya dari partai-partai kanan jauh dan partai agama, mencakup isu sensitif mengenai pengecualian wajib militer bagi pria Yahudi ultra-Ortodoks, yang Gallant tolak.

Pada Maret 2023, Netanyahu sempat memecat Gallant setelah yang terakhir meminta agar rencana pemerintah untuk membatasi kekuasaan Mahkamah Agung dihentikan. Namun, pemecatan tersebut memicu protes besar-besaran, sehingga Netanyahu terpaksa membatalkan keputusannya.

Advertisement

Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Yoav Gallant dan Netanyahu, yang dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait konflik di Jalur Gaza. Namun, Israel membantah semua tuduhan tersebut, menegaskan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran. Situasi ini mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung dalam politik Israel, di mana perbedaan pandangan sering kali memicu konflik baik di dalam negeri maupun di arena internasional.

Advertisement
Berita Terbaru
  • Wamendagri Bima Lantik Pengurus ALTI Jawa Tengah, Dorong Trail Run Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
  • FOTO: Robot Mirip Manusia Laris Meski Dibanderol Hingga Rp 2 Miliar
  • KPK OTT di Kuansing, 10 Orang Dibawa ke Jakarta
  • Terungkap, OTT KPK di Kuansing Diduga Terkait Jual Beli Jabatan
  • Membongkar Strategi Bank Jakarta Jaga Pertumbuhan di Tengah Kondisi Pasar Terus Berubah
  • israel
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • yoav gallant
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.