Swedia tolak maskapai Israel singgah
Shin Bet berhak menggeledah dan menanyai penumpang jika dianggap mencurigakan sebelum terbang.
Swedia menolak maskapai asal Israel, Arkia, singgah ke Ibu Kota Stockholm, Swedia lantaran petugas keamanan bandara negara itu menolak prosedur keamanan berbelit dari Dinas Intelijen Dalam Negeri Israel, Shin Bet.
Menurut petugas keamanan bandara Stockholm prosedur keamanan agen Shin Bet berlebihan. Sebelum terbang, agen rahasia itu boleh menanyai dan menggeledah penumpang yang dianggap mencurigakan sesuai protokol, seperti dilaporkan surat kabar Haaretz, Kamis (19/4).
Arkia adalah satu-satunya maskapai asal Israel yang melayani rute penerbangan ke Swedia. Musim panas lalu, Denmark juga melarang maskapai Negeri Bintang Daud singgah karena alasan yang sama.
Kementrian Transportasi dan Luar Negeri Israel bersama Shin Bet sedang mencari jalan tengah karena penolakan maskapai Israel itu akan berdampak besar di bidang ekonomi.
Direktur Arkia, Gadi Tepper, sudah menulis surat kepada pimpinan Shin Bet, Yoram Cohen, untuk segera melakukan pembicaraan terkait prosedur keamanan itu kepada negara-negara di Eropa.
Maskapai Eropa yang menguasai penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, adalah Lufthansa asal Jerman. Maskapai itu menerbangkan 40 ribu penumpang hingga Maret lalu, naik tujuh persen dari bulan sama tahun lalu.