Swedia berencana mengusir 80 ribu imigran
Aplikasi visa dan pengajuan suaka para imigran yang datang tahun lalu itu resmi ditolak
Menteri Dalam Negeri Swedia, Anders Ygmeman, mengatakan negaranya bersiap mengusir hingga 80 ribu imigran yang datang tahun lalu. Pengusiran dilakukan, karena aplikasi visa ataupun suaka mereka ditolak.
"Kami mendata ada 60 ribu, tapi sangat mungkin angkanya melonjak hingga 80 ribu (yang diusir)," ujarnya saat konferensi pers di Stockholm, Kamis (28/1), seperti dilansir kantor berita AFP.
Ygeman mengatakan negaranya menyediakan beberapa opsi untuk para imigran yang diusir. Mereka bisa naik penerbangan komersial khusus atau menggunakan jalur darat. Pengusiran dilakukan secepatnya, dipimpin oleh Kepolisian dan Kementerian Imigrasi.
Kebanyakan imigran yang tiba di Swedia berasal dari kawasan konflik Suriah, Irak, dan Afghanistan. Namun tak sedikit pula para pengadu nasib asal Afrika Utara seperti Aljazair, Sudan, Tunisia, membanjiri negara-negara Eropa Barat setahun terakhir.
Swedia, negara dengan jumlah penduduk 9,8 juta orang, terhitung sudah sangat banyak menampung imigran atau pengungsi. Untuk 2015 saja, negara skandinavia itu menampung 16 ribu pencari suaka.
Karenanya, Ygmeman mengaku negaranya tak sanggup lagi menerima lebih banyak imigran. Swedia telah berupaya mengurangi imigran dengan cara menerapkan pemeriksaan foto kartu identitas sejak tanggal 4 Januari lalu. Hasilnya, banyak orang asing yang memakai paspor palsu ditolak di perbatasan.
Desakan untuk mengatur perilaku imigran meningkat di Swedia, setelah pekan lalu pegawai perempuan Kamp Pengungsi ditusuk oleh seorang imigran remaja. Pegawai bernama Alexandra Mezher (22) itu tewas akibat insiden tersebut.
(mdk/ard)