LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Survei terbaru, Trump versus Clinton bersaing ketat

Selisih di antara keduanya hanya empat persen.

2016-06-03 07:11:00
Amerika Serikat
Advertisement

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton unggul tipis dari pesaingnya di Partai Republik Donald Trump dalam survei terbaru.

Jajak pendapat yang digelar oleh Universitas Quinnipiac dua hari lalu itu menyebutkan Clinton meraup 45 persen suara sedangkan Trump mendapat 41 persen suara. Simpang kesalahan survei itu mencapai tiga persen.

Koran the New York Times melaporkan, Kamis (2/6), hasil survei itu memperlihatkan para pendukung republik dan Demokrat siap bersaing dalam perebutan kursi presiden Negeri Paman Sam pada November nanti. Sejauh ini sekitar 86 persen anggota partai Republik mendukung Trump sebagai capres dan 90 persen warga Demokrat mendukung Clinton. Namun Clinton masih harus mengalahkan Senator Bernie Sanders dalam pemilihan awal.

Dalam banyak survei, Sanders unggul lebih baik ketimbang Clinton melawan Trump. Selisih angka antara Sanders dan Trump bisa mencapai sembilan persen.

Faktor jenis kelamin juga turut mempengaruhi persaingan antara Clinton dan Trump. Sekitar 51 persen pria mendukung pengusaha properti itu dan 54 perse perempuan mendukung mantan menteri luar negeri AS.

"Ini persaingan ketat yang akan membedakan pendukung Demokrat dan Republik, tua dan muda, hitam, putih, atau hispanik, suami dan istri," ujar Tim Malloy, direktur survei Universitas Quinnipiac dalam pernyataannya.

Para pemilih menggambarkan Clinton sebagai sosok yang lebih pintar dan bermoral ketimbang Trump. Namun Trump dianggap lebih baik sebagai pemimpin dan menginspirasi. Para responden juga berpendapat Trump lebih baik dalam menciptakan lapangan kerja sedangkan Clinton dinilai lebih baik dalam menangani kasus imigran dan isu internasional.

Baca juga:
Apa jadinya kalau Donald Trump jadi presiden Amerika Serikat?
Donald Trump hampir pasti jadi capres Partai Republik
Menang di Kentucky, Hillary selangkah lagi jadi capres Demokrat
Merasa dicintai Yahudi, Trump berjanji segera melawat ke Israel
Donald Trump vs Hillary, keduanya buruk buat Timur Tengah

Advertisement
(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.