LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Survei: 46 Persen Responden Dukung Pemakzulan Donald Trump

Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurun belakangan ini. Faktanya, sebuah survei menunjukkan lebih banyak warga yang mendukung pemakzulan Trump daripada warga yang mendukung berbagai kebijakannya.

2019-01-23 14:08:00
Kebijakan Donald Trump
Advertisement

Popularitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurun belakangan ini. Faktanya, sebuah survei menunjukkan lebih banyak warga yang mendukung pemakzulan Trump daripada warga yang mendukung berbagai kebijakannya.

Survei yang dilakukan Public Policy Polling, lembaga survei Demokrat yang juga melakukan survei publik, menghasilkan hanya 40 persen responden yang mendukung Trump sebagai presiden dan 57 persen tak setuju. Sementara itu sebanyak 46 persen responden mendukung pemakzulan Trump dan 44 persen menentang.

Jajak pendapat ini diikuti 760 responden terdaftar yang berlangsung pada 19-21 Januari. Sementara margin of error survei ini 3,6 persen.

Advertisement

Jajak pendapat ini juga mencoba melihat potensi Trump pada Pilpres 2020 jika diadu dengan politikus Demokrat. Hasilnya, Trump tertinggal dari tujuh kandidat Demokrat yang berpotensi maju pada 2020. Tujuh kandidat Demokrat ini yaitu mantan Wakil Presiden Joe Biden, Senator Vermont Bernie Sanders, Senator California Kamala Harris, mantan senator wakil Texas Beto O'Rourke, Senator Massachusetts Elizabeth Warren, Senator New Jersey Cory Booker dan Senator New York Kirsten Gillibrand.

"Tak jadi soal politikus Demokrat mana yang diharapkan akan melawan Trump sekarang. Responden lebih memilih mereka daripada Trump dalam separuh masa jabatannya," kata Presiden Public Policy Polling, Dean Debnam dalam pernyatannya seperti dilansir dari Newsweek, Rabu (23/1).

Kendati banyak responden mendukung pemakzulan, itu akan menjadi tugas yang berat menurunkan Trump dari kursi jabatannya sejak parlemen dikuasai Republik, partai pengusung Trump. Akan tetapi, Demokrat dinilai dapat mulai bergerak untuk memakzulkan Trump di parlemen. Akhir pekan kemarin, Trump mengemukakan usulan pemakzulan ini akan merugikan pasar saham.

Advertisement

Pada Sabtu lalu, Trump mencuit di Twitter: "Ekonomi adalah capaian terbaik dalam sejarah kita, dengan pengangguran di level terendah 50 tahun, dan pasar saham siap untuk memecahkan rekor lagi (ditetapkan oleh kami berkali-kali) - & semua yang Anda dengar kemarin, berdasarkan cerita palsu, adalah pemakzulan. Anda ingin melihat pasar saham hancur, pecat Trump."

Baca juga:
Trump Kesal Dengan DPR AS karena Proposalnya untuk Akhiri Shutdown Ditolak
Bush Bawakan Pizza Untuk Personel Secret Service yang Belum Digaji Trump
Donald Trump dan Kim Jong-un Dijadwalkan Gelar Pertemuan Kedua Akhir Februari
Vietnam Ingin Jadi Tuan Rumah Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un
Konsultan Donald Trump Disebut Nonton Debat Capres, Ini Kata KPU
Pemerintahan Tutup, Pekerja Federal AS Dapat Makanan Gratis

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.