LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Suku Vanuatu Anggap Pangeran Philip Sebagai Dewa, Arwahnya akan Kembali

Sosok suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, yang meninggal dua hari lalu pada usia 99 tahun memiliki makna tersendiri bagi anggota suku Yaohnanen di Pulau Tanna, Vanuatu.

2021-04-11 15:58:04
Inggris
Advertisement

Sosok suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, yang meninggal dua hari lalu pada usia 99 tahun memiliki makna tersendiri bagi anggota suku Yaohnanen di Pulau Tanna, Vanuatu, negara kecil di kepulauan Pasifik. Bagi suku di Tanna Pangeran Philip adalah sosok dewa.

Sekte The Prince Philip Movement didirikan pada 1950 di Desa Yaohnanen berdasarkan legenda setempat yang mengatakan roh dari Tanna dalam wujud seorang pria kulit putih akan datang dari belahan dunia lain untuk berperang dan kemudian menikahi seorang perempuan berkuasa sebelum kembali kepada mereka.

Pangeran Philip lahir di Yunani dan kemudian pergi ke Inggris untuk bergabung dengan militer dan ikut bertempur pada Perang Dunia Kedua. Dia juga kemudian menikahi seorang perempuan berkuasa, yaitu Ratu Elizabeth II.

Advertisement

Ketika kolonis Inggris datang ke Vanuatu, anggota suku di Tannu melihat foto sang Duke of Edinburgh itu dan menyimpulkan dia adalah jelmaan dari Roh yang mereka percayai itu. Setiap tahun mereka merayakan hari ulang tahun Pangeran Philip dengan menari dan menggelar upacara khusus.

Keyakinan mereka makin kuat ketika Pangeran Philip mengunjungi Vanuatu dan bertemu dengan anggota suku tersebut.

"Saya melihatnya berdiri di atas dek memakai seragam dan saya yakin waktu itu dialah Sang Juru Selamat," kata Ketua Jack of the Yaohnanen, seperti dilansir laman Sputnik News, Minggu (11/4).

Advertisement

Pangeran Philip memberikan suku itu foto dirinya dan mereka memberinya hadiah tongkat pemukul babi dan dia berfoto dengan tongkat itu.

Mereka bertemu lagi pada 2007 ketika lima orang dari suku itu masuk dalam acara televisi Inggris "Meet The Natives" yang menayangkan kisah anggota suku pedalaman mengunjungi Inggris dan tinggal selama beberapa pekan bersama keluarga Inggris. Pangeran Philip bertemu dengan anggota suku Yaohnanen di Istana Buckingham.

Meski anggota the Prince Philip Movement tinggal di dalam hutan dan tidak punya alat komunikasi mereka diberi tahu soal kematian Pangeran Philip oleh seorang antropolog yang tinggal di Tanna. Kabar itu membuat mereka sangat berduka.

"Mereka memanggil teman-temannya di kebun dan ketika sang ketua Charlie datang semua orang akhirnya tahu. Mereka sangat-sangat sedih. Para pria menunduk diam. Banyak perempuan menangis meraung-raung," kata Mary Niere, seorang akuntan di White Grass Oceand Resort and Spa.

Laporan menyebutkan suku Yaohnanen akan menggelar acara tarian dan kegiatan berduka yang bisa berlangsung beberapa pekan. Namun suku Yaohnanen meyakini arwah Pangeran Philip tidak akan pernah mati dan akan kembali ke Tanna.

Namun harapan itu tampaknya tidak akan terwujud karena Pangeran Philip sendiri pernah mengatakan, "Kalau saya reinkarnasi, saya ingin hidup kembali sebagai virus supaya bisa berkontribusi untuk memecahkan masalah berlebihannya populasi penduduk," kata dia suatu kali.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.