Sudah setengah abad lebih, kini UEFA dihantui korupsi
Ukraina dan Polandia dipilih menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa 2012 karena suap.
Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) hari ini berusia 58 tahun. Organisasi ini dideklarasikan di Ibu Kota Basel, Swiss, merujuk keterangan situs resmi www.uefa.com.
Meski Federasi Sepakbola dunia (FIFA) sudah ada, tapi situasi Eropa saat itu kacau balau. Perang Dunia II baru saja berakhir. Padahal gairah orang bermain sepakbola di seantero Benua Biru ini masih tinggi.
Masalahnya, FIFA kekurangan sumber daya buat mengelola kompetisi di banyak negara. Mulai terpikir kebutuhan delegasi manajemen tingkat benua.
Agar persepakbolaan Eropa tidak jalan di tempat pengurus Asosiasi Sepakbola Prancis Henry Delaunay menghubungi beberapa kelompok bola dari negara lain. Mulai dari Inggris, Jerman, Swiss, dan Spanyol.
Setelah digodok selama beberapa tahun, UEFA akhirnya berhasil menyelenggarakan kongres pertama di Ibu Kota Wina, Austria, pada 2 Maret 1955.
Hasilnya, Henry Delaunay terpilih jadi sekretaris jenderal dan Ebbe Schwartz dari Denmark jadi ketua. Kota Nyon di Swiss juga disepakati jadi markas besar UEFA sehari-hari.
Mulanya para pendiri UEFA lebih menginginkan asosiasi anyar ini bisa mewadahi kompetisi sepakbola antar negara. Atas usul wartawan majalah olahraga Prancis L'Equipe Gabriel Hanot, sebaiknya organisasi baru ini menyelenggarakan dua jenis kompetisi. Satu untuk tim nasional, satu lagi bagi klub swasta.
Akhirnya, seperti kita tahu, UEFA berkembang menjadi motor persepakbolaan Eropa. Mereka menginduki liga-liga papan atas Eropa. Menciptakan aturan pertandingan, sistem pembinaan pemain, termasuk menyelenggarakan dua ajang yang dinanti-nanti pecandu bola seluruh dunia: Piala Eropa dan Liga Champions (dahulu Piala Champions).
sejak 2007 mantan gelandang serang Prancis Michel Platini menjabat sebagai Presiden UEFA. Pada periode jabatannya, dia banyak memperkenalkan aturan baru sepakbola. Salah satu yang paling dikenal adalah Financial Fair Play (FFP).
FFP adalah pembuktian keinginan Platini menyetarakan kemampuan bermain di lapangan seluruh dari 660 klub papan atas Eropa yang tersebar di 53 negara.
Mulai 2014 sampai 2017, total kerugian yang ditolerir akan turun sampai £26,3 juta. UEFA akan mengatasi ketat setiap klub dalam tiga tahun ini, karena setelah itu diharapkan setiap klub belajar menyeimbangkan neracanya dan mencapai titik impas.
Belakangan badan ini sedang diterpa isu tak sedap soal korupsi, seperti dilansir Financial Times (30/11/2011). Pejabat sepak bola dari Siprus, Spyros Marangos, mengatakan ada kecurangan dalam pemungutan suara sehingga Ukraina dan Polandia dipilih menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa 2012.
Delapan dari 12 eksekutif UEFA memilih dua negara Eropa timur itu bulan April 2007, diantara negara lain yang mengajukan diri termasuk Italia dan Hungaria, Croatia. Surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung, memanaskan suasana karena mengabarkan para pejabat disuap.
Platini berang dengan tudingan itu. Dia merasa sudah menerapkan 'zero tolerance' atau tanpa toleransi terhadap korupsi di dalam badan yang dipimpinnya.
"Kami akan menggunakan segenap upaya untuk memerangi korupsi dalam sepak bola. Jika jurnalis tahu siapa yang akan menang dalam pertandingan, sepak bola tak lagi diminati," ujar Platini awal tahun ini.(mdk/fas)