LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sudah Dua Kali Belanda Minta Maaf kepada Indonesia, Beri Ganti Rugi Rp270 Juta

Dalam lawatannya ke Indonesia hari ini Raja Belanda Willem-Alexander menyampaikan permintaan maaf atas kekerasan yang terjadi selama masa penjajahan di Indonesia.

2020-03-10 17:08:59
Belanda
Advertisement

Dalam lawatannya ke Indonesia hari ini Raja Belanda Willem-Alexander menyampaikan permintaan maaf atas kekerasan yang terjadi selama masa penjajahan di Indonesia.

"Masa lalu tidak dapat dihapus dan harus diakui setiap generasi secara bergantian. Pada tahun-tahun segera setelah Proklamasi, pemisahan yang menyakitkan terjadi yang menelan banyak korban jiwa," kata Raja Belanda pada konferensi pers di Istana Bogor, Selasa (10/3).

"Sejalan dengan pernyataan sebelumnya oleh pemerintah saya, saya ingin menyatakan dan mengulangi penyesalan dan permintaan maaf atas kekerasan berlebihan dari pihak Belanda pada tahun-tahun itu. Saya melakukannya dengan kesadaran penuh bahwa rasa sakit dan kesedihan keluarga yang terkena dampak terus berlanjut dirasakan hingga hari ini," demikian seperti dikutip dari NL Times, Selasa (10/3).

Advertisement

Sebelumnya pada 2013 Kerajaan Belanda juga sudah meminta maaf kepada Indonesia, terkait peristiwa pembantaian yang dilakukan selama periode penjajahan 1945 sampai 1949 atau dikenal dengan agresi militer Belanda I.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia pada waktu itu, Tjeerd de Zwaan secara resmi menyatakan permintaan maaf di hadapan para keluarga korban di Kedutaan Belanda, Jakarta pada 12 September 2013.

Advertisement

Kala itu de Zwaan juga meminta maaf kepada perwakilan keluarga korban pembantaian yang terjadi di Sulawesi dan Rawagede, Bekasi, serta memberikan uang santunan sebesar Rp270 juta kepada para janda korban Agresi Militer.

Menurut stasiun televisi Nos, para janda korban Agresi Militer itu tidak bisa mendengar langsung permintaan maaf Belanda di Jakarta karena mereka sudah sangat tua dan sakit. Sang duta besar kemudian terbang ke Makassar untuk menemui mereka langsung.

Pembantaian Rawagede

Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk Kampung Rawagede (sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang). Lokasi Rawagede berada di antara Karawang dan Bekasi.

Pada 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer I sebanyak 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini. Ketika tentara Belanda menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang.

Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang dan Bekasi, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Pada 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan.

Dalam peristiwa ini 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan jelas. Peristiwa dikira menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul 'Antara Karawang dan Bekasi'. Namun ternyata dugaan tersebut tidak terbukti.

Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag menyatakan pemerintah Belanda harus bertanggung jawab dan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.