Sopir truk pelaku teror di Nice tidak terkait ISIS
Aparat Prancis tidak menemukan bukti keterkaitan dia dengan kelompok teror mana pun.
Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve hari ini mengatakan aparat berwenang tidak menemukan keterkaitan Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, sopir truk pelaku teror di Nice, dengan jaringan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau kelompok teror lainnya.
Koran the Daily Mail melaporkan, Senin (18/7), Cazeneuve hanya menyebut pelaku adalah sosok yang tidak stabil dan sangat kasar.
Sebelumnya ISIS sempat mengklaim pelaku teror adalah anggotanya. Media propaganda ISIS Amaq dua hari lalu mengumumkan klaim itu.
"Orang yang menggelar operasi di Nice, Prancis, adalah salah satu dari tentara ISIS. Operasi tersebut sebagai respon terhadap negara yang menjadi bagian koalisi memerangi ISIS," tulis Amaq, seperti dikutip dari the Guardian, Sabtu (16/7).
Selain lewat pemberitaan Amaq, ISIS juga menggelar pernyataan lewat radio Bayan yang menyebut pelaku bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel.
Namun sejauh ini tidak ditemukan bukti Bouhlel terkait dengan ISIS.
Dua orang, satu pria dan satu wanita, asal Albania diketahui menyediakan pistol 7,65 milimeter kepada Bouhlel untuk menjalankan aksinya.
Hingga hari ini baru 35 jenazah yang berhasil diidentifikasi dari total 84 orang tewas. Korban lainnya sulit diidentifikasi karena jenazahnya sudah sulit dikenali atau mayatnya sudah terpotong tidak utuh lagi akibat dihantam truk seberat 25 ton yang dikemudikan Bouhlel.(mdk/pan)