LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Soal pasar bebas Amerika, Indonesia ingin pelajari dokumen dulu

"Sampai sekarang dokumen itu kita belum punya, kita ingin pelajari dokumen itu," kata Menlu Retno.

2015-10-30 19:41:50
Retno Priansari Marsudi
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali mengajak Indonesia untuk bergabung dengan kelompok Trans-Pacific Partnership (TPP) atau dengan kata lain negara-negara yang menganut pasar bebas ala Amerika. Tawaran itu diajukan Obama saat Presiden Joko Widodo melakukan lawatan ke AS.

Mengenai tawaran ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, Indonesia terlebih dahulu ingin mendapatkan dokumen mengenai perjanjian yang tercantum dalam dokumen TPP. Hal ini merupakan sikap Indonesia yang menganut sistem ekonomi terbuka.

"Ini harus lengkap ya, pertama yang disampaikan Presiden (Jokowi) adalah Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbuka, itu sudah jelas. Yang kedua masalah TPP, Indonesia ingin mendapatkan dokumen, karena sampai sekarang dokumen itu kita belum punya, kita ingin pelajari dokumen itu," kata Retno di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).

Lebih jauh Retno menggarisbawahi, Indonesia bermaksud mempelajari segala hal yang berkaitan dengan TPP.

"Indonesia bermaksud/intent to, ini ada nuansa yg harus dijelaskan, bukan 'akan' kalau dalam Bahasa Inggris 'Will', tapi intent to. Setelah kita mempelajari dokumen yang ada, tentunya persiapan juga kita akan lakukan, para menteri tentunya segera mengadakan rapat untuk membuat suatu peta, apa yang kita harus persiapkan, apabila kita join TPP," tutur Retno.

Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung atau tidak bergabung dengan TPP, pemerintah Indonesia perlu mendapatkan dokumen mengenai TPP untuk dipelajari lebih lanjut. "Jadi tidak tiba-tiba melompat bahwa kita akan bergabung," imbuh Retno.(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.