LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Skandal Cambridge Analytica: Facebook minta maaf di surat kabar Inggris dan AS

Facebook telah menghadapi pengawasan ketat sejak terungkapnya pencurian data oleh riset Inggris Cambridge Analytica yang mengambil data dari 50 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan pengguna tersebut. Cambridge Analytica kemudian disewa oleh kampanye Trump.

2018-03-26 17:41:00
Mark zuckerberg
Advertisement

CEO Facebook Mark Zuckerberg memuat iklan satu halaman penuh pada hari Minggu (25/3) di surat kabar papan atas di AS dan Inggris. Permintaan maaf secara terbuka ini menyusul adanya skandal Cambridge Analytica dan penyalahgunaan sekitar 50 juta data pengguna.

"Anda mungkin pernah mendengar tentang aplikasi kuis yang dibangun oleh peneliti universitas yang membocorkan data Facebook jutaan orang pada tahun 2014. Ini adalah pelanggaran kepercayaan dan saya menyesal kami tidak melakukan lebih banyak pada saat itu. Kami sekarang mengambil langkah untuk memastikan ini tidak terjadi lagi," tulis Zuckerberg, seperti dikutip dari The Hill, Senin (26/3).

Peneliti universitas yang dimaksud adalah representasi dari sosok profesor Universitas Aleksandr Kogan, yang menurut Facebook, telah melanggar kebijakan privasinya dengan memberikan data pengguna ke Cambridge Analytica tanpa izin.

Advertisement

Iklan permintaan maaf dari Facebook ini dimuat di surat kabar AS termasuk The New York Times, The Washington Post dan The Wall Street Journal pada hari ini. Sedangkan di Inggris permintaan maaf ini muncul di surat kabar seperti The Sunday Times, Mail pada Minggu.

Permintaan maaf Facebook di surat kabar New York Times ©2018 Merdeka.com

Advertisement


"Terima kasih telah mempercayai komunitas ini. Saya berjanji untuk melakukan yang lebih baik untuk Anda," tulis pesan itu menyimpulkan.

Facebook telah menghadapi pengawasan ketat sejak terungkapnya pencurian data oleh riset Inggris Cambridge Analytica yang mengambil data dari 50 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan pengguna tersebut. Cambridge Analytica kemudian disewa oleh kampanye Trump.

Setelah beberapa hari diam di depan publik, Zuckerberg melakukan serangkaian penampilan dan wawancara minggu lalu. Dia mengatakan perusahaan membuat kesalahan, dan menambahkan bahwa dia terbuka untuk berdiskusi.

Dia masih menghadapi tekanan dari anggota parlemen federal yang menyerukan Zuckerberg untuk bersaksi di depan Kongres.

Baca juga:
Imbas kasus kebocoran data Facebook, industri ini diprediksi tumbuh di masa depan
Bocoran dokumen: Begini cara Cambridge Analytica menangkan Trump dalam pilpres AS
Mantan penasihat Trump sebut 50 juta data pengguna Facebook dijual ke seluruh dunia
Tak cuma Facebook, Instagram juga tempat 'setor' data pribadi
Facebook terapkan kebijakan ini untuk cegah kebocoran data terulang

(mdk/frh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.