Skandal Cambridge Analytica, majalah Playboy tutup akun Facebook
Skandal Cambride Analytica, majalah Playboy tutup akun Facebook. Bos Facebook Cooper Hefner dalam akun Twitternya mengatakan konten Facebook melanggar kebijakan dan peraturan perusahaan serta bertentangan dengan nilai-nilai Playboy
Majalah pria dewasa Playboy hari ini mengumumkan menghapus akun Facebook mereka setelah skandal pencurian data jutaan pengguna melibatkan perusahaan konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica, terungkap.
Dilansir laman Fox News, Rabu (28/3), bos Facebook Cooper Hefner dalam akun Twitternya mengatakan konten Facebook melanggar kebijakan dan peraturan perusahaan serta bertentangan dengan nilai-nilai Playboy.
Dalam kalimat Hefner, "Facebok bersifat represif secara seksual."
Selanjutnya putra pendiri Playboy, Hugh Hefner, itu mengatakan 'kejadian baru-baru ini soal campur tangan dalam pemilu AS memperlihatkan bagaimana mereka (Facebook) memperlakukan data pengguna'. Dia juga menyebut sebanyak 'lebih dari 25 juta pengguna yang terdampak dalam campur tangan pemilu ini adalah penggemar Playboy'.
CEO Facebook Mark Zuckerberg memuat iklan satu halaman penuh pada hari Minggu (25/3) di surat kabar papan atas di AS dan Inggris.
Meski akun Playboy di Facebook sudah dihapus namun versi luar negeri seperti Jerman dan Filipina masih aktif.
Facebook selama ini mengandalkan penjualan iklan berbasis data pengguna. Akibat terungkapnya skandal ini saham perusahaan media sosial itu dilaporkan merosot hingga hampir 20 persen dalam waktu dua pekan belakangan.
Baca juga:
Bocornya data facebook dan diam Zuckerberg yang berakibat fatal
Apakah hapus Facebook berarti privasi kita aman? Pakar sebut tidak
Skandal Facebook berlanjut, riwayat telepon dan SMS juga bocor
Polisi Inggris mulai selidiki dan kumpulkan bukti skandal Cambridge Analytica
Skandal Cambridge Analytica: Facebook minta maaf di surat kabar Inggris dan AS
Imbas kasus kebocoran data Facebook, industri ini diprediksi tumbuh di masa depan
Bocoran dokumen: Begini cara Cambridge Analytica menangkan Trump dalam pilpres AS