Sistem residen Singapura mungkinkan WNI nyambi jadi tentara
Dua WNI itu pelajar di atas 18 tahun mengajukan permanen residen, sehingga diminta ikut wamil Negeri Singa
Dua Warga Negara Indonesia bikin geger TNI karena ketahuan ikut dalam latihan gabungan mewakili Singapura di Magelang, Jawa Tengah. Kedua pemuda itu akan dipulangkan pemerintah dalam waktu dekat, karena bisa mengancam status kewarganegaraan mereka.
Pemuda berinisial CHJ dan AJ itu sebetulnya sedang menempuh pendidikan di Singapura. Tapi mereka sekaligus mengajukan diri sebagai residen tetap, diduga lantaran masa studinya cukup panjang. Dua WNI itu mengikuti program latihan di Angkatan Darat Negara Kota tersebut.
Merujuk informasi situs guidemesingapore.com yang diakses pada Rabu (12/11), status residen tetap setingkat dengan warga negara Singapura lainnya. Warga negara manapun boleh mengajukannya, agar dibolehkan tinggal, bekerja tanpa perlu mengurus visa, menikmati fasilitas negara, serta memiliki beberapa jenis properti di negeri Singa itu.
Adapun, sebagai imbalannya, maka pendaftar program residen tetap mengikuti wajib militer pada usia 18, baik di Angkatan Darat, Laut, maupun Udara. Latihan ini diikuti dengan kewajiban mengabdi pada dinas kemiliteran selama 40 hari.
Sesuai hukum imigrasi Singapura, kewajiban ini tidak memandang status kewarganegaraan asal si pendaftar residen permanen.
"Ada dua aturan soal ini. Yang pertama mengatakan seseorang akan kehilangan kewarganegaraan jika masuk militer negara asing yang berperang atau akan berperang dengan kita, dia itu langsung dicabut kewarganegaraannya," kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (12/11).
Berdasarkan situs yang sama, tercatat ada 530.000 residen permanen di Singapura, dari total 5,3 juta penduduk negara kota tersebut. Ini adalah kebijakan pemerintah Singapura untuk memperbanyak aliran modal ke negaranya, tanpa harus meminta warga asing berpindah kewarganegaraan.
Fuad mengaku baru menemui kasus ada WNI jadi tentara Singapura. Panglima TNI langsung bersikap tegas tak mengizinkan dua orang ini ikut latihan bersama.
"Mereka yang boleh ikut latihan di Indonesia kan yang sudah lolos pemeriksaan keamanan. Mereka berdua ini kan tidak. Karena itu kita periksa," kata Fuad.
Baca juga:
Ikut wamil Singapura, 2 WNI bisa dicabut kewarganegaraannya
Banyak mahasiswa asal Indonesia ikut wajib militer di Singapura