Sisi Lain Kekeringan, Benda-Benda Mengejutkan Muncul dari Dasar Sungai dan Danau
Dampak perubahan iklim begitu terasa di berbagai belahan dunia. Kekeringan dan kebakaran hutan meluas di Eropa hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Namun di sisi lain, kekeringan memunculkan benda-benda mengejutkan dari sejarah peradaban manusia.
Dampak perubahan iklim begitu terasa di berbagai belahan dunia. Kekeringan dan kebakaran hutan meluas di Eropa hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Namun di sisi lain, kekeringan memunculkan benda-benda mengejutkan dari sejarah peradaban manusia.
1. Kota Kuno Berusia 3.400 Tahun Muncul dari Sungai Tigris Irak
Kota kuno berusia 3.400 tahun muncul dari Sungai Tigris, Irak karena kekeringan. Tim arkeologi segera menyelidiki kota tersebut sebelum menghilang lagi.
Para peneliti menyebut penemuan ini sebuah "keajaiban" mengingat kota kuno ini bisa bertahan ribuan tahun di bawah air.
Kota ini muncul awal tahun ini dari perairan di waduk Mosul, yang berlokasi di Irak utara dan termasuk bagian Dam Mosul atau dikenal sebagai Dam Saddam, setelah level air menyusut karena kekeringan ekstrem di negara tersebut.
Kota yang ditemukan tim arkeolog Jerman dan Kurdi ini berasal dari era Kekaisaran Mittani pada Zaman Perunggu dan pernah berada di Sungai Tigris, menurut keterangan Universitas Freiburg dalam pernyataannya pada Senin.
"Kota yang luas ini disertai sebuah istana dan beberapa bangunan besar yang bisa jadi Zakhiku kuno - diyakini menjadi pusat kota yang penting pada era Kekaisaran Mittani (1550-1350 Sebelum Masehi)," jelas pernyataan tersebut, dikutip dari laman Newsweek, Rabu (1/6).
Universitas Freiburg menjelaskan, Irak adalah "salah satu negara di dunia yang paling terdampak perubahan iklim" dan "untuk mencegah tanaman mengering, air dalam jumlah besar dialirkan ke waduk Mosul - tempat penampungan air terpenting di Irak - sejak Desember."
Ini menyebabkan volume air di waduk tersebut menurun dan memunculkan kota kuno tersebut yang telah tenggelam selama ribuan tahun. Penyelidikan arkeologi belum dilakukan sebelumnya.
Kota kuno ini berlokasi di situs arkeologi Kemune, Wilayah Kurdistan Irak dan pertama kali ditemukan pada 2013 ketika ketinggian air di reservoar tersebut menurun.
2. Bom Era Perang Dunia II
Sebuah bom Perang Dunia II yang tidak meledak ditemukan di dasar sebuah sungai di Italia akibat kekeringan yang ekstrem. Bom seberat 450 kilogram tersebut ditemukan oleh nelayan di tepi Sungai Po yang mulai kehilangan airnya.
Dikutip dari BBC, Senin (8/8), sungai sepanjang 650 kilometer (400 mil) itu mengalami kekeringan di sebagian besar wilayah akibat kekeringan terburuk di Italia selama 70 tahun terakhir.
Cuaca panas yang tidak biasa dan tingkat curah hujan yang rendah memperparah kondisi kurangnya air di Italia utara dan meningkatkan kekhawatiran tentang dampak perubahan iklim.
"Bom itu ditemukan oleh nelayan di tepi Sungai Po," sebut pejabat militer Kolonel Marco Nasi.
Benda yang tidak meledak itu, menurut pejabat militer Italia mengandung 240 kilogram bahan peledak. Bom itu ditemukan di dekat desa Lombardy, Borgo Virgilio bulan lalu.
Sekitar 3.000 penduduk sekitar dievakuasi supaya ahli penjinak bom dapat dengan aman melakukan peledakan terkendali pada hari Minggu.
3. Patung Buddha di Sungai Yangtze
Patung Buddha kuno muncul dari Sungai Yangtze, kota Chongqing, China setelah volume air menyusut karena kekeringan parah yang melanda negara tersebut. Ada tiga patung Buddha yang muncul ke permukaan dan diyakini berusia 600 tahun.
Dilaporkan kantor berita pemerintah China, Xinhua, tiga patung itu ditemukan di bagian tertinggi pulau karang yang disebut Foyeliang, yang awalnya diidentifikasi sebagai bangunan pada era dinasti Ming dan Qing. Salah satu patung menggambarkan seorang pendeta duduk di atas kelompak bunga teratai.
Dikutip dari Reuters, Senin (22/8), level air Sungai Yangtze berkurang dengan cepat karena kekerangan dan gelombang panas yang melanda wilayah China barat daya.
Sejak Juli, curah hujan di daerah cekungan Yangtze 45 persen lebih rendah daripada curah hujan normal. Badan prakiraan cuaca memperkirakan suhu tinggi tampaknya berlangsung lagi selama sepekan.
4. Sisa Jasad Manusia ke-5 Ditemukan di Danau AS yang Surut
Satu sisa jasad manusia kembali ditemukan di Danau Mead dekat Las Vegas, Amerika Serikat Rabu lalu. Ini adalah kedua kalinya bulan ini ditemukan bagian-bagian manusia di waduk terbesar di negara tersebut, kata para pejabat.
Dilansir dari ABC News, Senin (22/8), kerangka manusia itu ditemukan di Swim Beach di area rekreasi nasional Danau Mead sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Senin, Kata Badan Taman Nasional (NPS).
Dengan bantuan tim penyelam Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas, petugas jagawana mengambil mayat itu. Tim medis wilayah Clark juga telah dihubungi dan sedang bekerja untuk mengidentifikasi jasad tersebut dan menemukan penyebab kematiannya, sebut NPS.
Ini adalah kelima kalinya sejak Mei dan kedua kalinya dalam bulan ini jasad manusia ditemukan di Danau Mead, di mana permukaan air surut dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebuah senjata api juga ditemukan "dekat" dengan tempat salah satu jenazah ditemukan, meskipun tidak jelas apakah itu terkait, kata polisi. Seorang jurnalis menemukan senjata itu pada Rabu dan memberi tahu penyelidik, kata polisi.
Danau Mead, dibentuk oleh Bendungan Hoover di Sungai Colorado, memasok air minum ke jutaan orang di California, Arizona, Nevada, dan sebagian Meksiko.
Para pejabat mengatakan ketinggian air sangat menurun, bahkan bisa segera mencapai status "kolam mati", di mana air terlalu rendah untuk mengalir ke hilir Bendungan Hoover. Menurut Biro Reklamasi Amerika Serikat, tingkat permukaan air minimum yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik di bendungan itu adalah 1.050 kaki.
Pada 25 Juli dan 6 Agustus lalu sisa-sisa jasad manusia juga ditemukan di Swim Beach.
Reporter Magang: Gracia Irene
(mdk/pan)