Setelah 66 tahun, Presiden China dan Taiwan bertemu di Singapura
Pertemuan ini yang pertama kali usai perang pada 1949.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Taiwan Ma Ying-jeou, dijadwalkan bakal bertemu di Singapura, Sabtu mendatang. Pertemuan ini akan jadi yang pertama sejak tahun 1949.
Menurut pejabat pemerintah Taiwan, pertemuan ini tidak akan menghasilkan kesepakatan apapun. Namun, dalam pertemuan ini akan banyak dibahas masalah perdamaian.
Dilansir dari BBC, Selasa (3/11), pertemuan itu diinformasikan oleh pejabat urusan Taiwan di Beijing. Padahal, sebelumnya Kementerian Luar Negeri China hanya mengumumkan Xi bakal ke Singapura pada Sabtu dan Minggu mendatang, atas undangan dari Presiden Singapura, Tony Tan.
"Presiden Xi Jinping akan mengunjungi Singapura pada akhir pekan nanti atas undangan Presiden Singapura Tony Tan," ucap Kementerian Luar Negeri China.
Pertemuan terakhir kedua kepala negara ini terjadi setelah berakhirnya perang sipil pada 1949. Taiwan, kala itu memisahkan diri dari China usai kubu Nasionalis kalah dalam perang melawan para pendukung Komunis dan kabur dari China daratan.
Walaupun telah membentuk diri sebagai negara, China tetap menganggap Taiwan adalah salah satu provinsi mereka. Mereka berharap suatu saat akan dipersatukan kembali, bahkan dengan kekerasan jika memang diharuskan.
Sikap China membuat beberapa negara membatasi diri dalam hubungan diplomatik dengan Taiwan. Beberapa negara yang menerapkan kebijakan ini menganggap Taiwan adalah entitas otonomi.
(mdk/ard)