LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Serupa Mubarak, lelaki Yaman dimaki satu kota

Mula-mula dipelototi, lantas orang-orang mengerumuni Syumari karena mengira dia Husni Mubarak.

2012-07-10 11:54:05
Husni Mubarak
Advertisement

Nahas sekali nasib pria satu ini. Maksud hati ingin mengunjungi rumah kerabat di Mesir, malah dimaki-maki orang satu kota hanya gara-gara dia memiliki rupa mirip mantan diktator Mesir, Husni Mubarak.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (10/7), Muhammad Abdullah Syumari, warga Yaman, saat itu hendak mengunjungi kediaman saudaranya di daerah Heliopolis, Ibu Kota Kairo, Mesir, Ahad pekan lalu. Ketika sedang berjalan, orang-orang di sekitarnya selalu memperhatikan, bahkan sampai melotot. Mereka mengira sejak kapan Mubarak bebas dari penjara.

Setelah berjalan beberapa saat, dia pun dihadang. Dasar apes, tanpa basa-basi Syumari pun langsung dimaki-maki oleh beberapa orang. Mereka mengira dia mantan presiden Mubarak lantaran wajahnya mirip sekali. Dia pun membela diri mengatakan dirinya bukan diktator itu. Makin lama kerumunan orang mengelilingi kian banyak, sontak dia ketakutan. Takut dipukuli, dia lantas lari menyelamatkan diri ke kantor polisi.

Setelah berlari menembus padatnya lalu lintas, dia tiba di kantor polisi. Tidak lama kemudian, lusinan orang memaki dia mendatangi pos polisi itu. Sembari ketakutan, Syumari lalu menjelaskan dia bukan Mubarak. Dia lalu menunjukkan paspor dan identitas diri lainnya kepada polisi. Setelah diselidiki, ternyata memang benar Syumari bukan Mubarak. Polisi pun memberi pengertian kepada warga setempat terlanjur marah dan memaki-maki pria itu. Akhirnya para warga meminta maaf.

Meski warga setempat sudah minta maaf, rupanya Syumari masih ketakutan. Saat melihat taksi kosong lewat, tanpa banyak bicara dia langsung masuk dan pergi meninggalkan kantor polisi itu.

Mubarak saat ini menghuni penjara di pinggiran Kairo. Dia telah divonis seumur hidup awal bulan karena terbukti memerintahkan pasukannya membunuh para pengunjuk rasa saat revolusi pecah tahun lalu. Ketika itu, sekitar 900 orang tewas dan lebih dari seribu lainnya cedera.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.