Serangan udara koalisi Saudi-UAE tewaskan 17 orang di Yaman
Selain korban tewas, 20 orang juga dilaporkan terluka.
Serangan udara koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang menargetkan pejuang Huthi di Yaman telah menewaskan sedikitnya 17 orang di provinsi Hodeidah. Selain korban tewas, 20 orang juga dilaporkan terluka.
Juru bicara Departemen Kesehatan dikelola Huthi, Youssef al-Hadari, mengatakan bahwa serangan yang dikerahkan pada Sabtu (13/10) lalu itu menargetkan Jabal Rass.
"Sebanyak 10 warga sipil ikut menjadi korban tewas dalam serangan udara kali ini. Serangan ini menghantam sebuah pos pemeriksaan Huthi saat bus sedang melintas," kata salah seorang sumber, dikutip dari Aljazeera, Selasa (16/10).
Hingga kini, juru bicara koalisi Saudi-UAE belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan.
Sebagaimana diketahui, pasukan koalisi Saudi-UAE telah ikut campur dalam perang Yaman sejak 2015 lalu. Koalisi ini juga telah mengerahkan ribuan serangan udara yang menargetkan Huthi yang merupakan sekutu Iran.
Tak jarang serangan udara itu juga mengorbankan warga sipil. Namun mereka menyangkal melakukannya dengan sengaja.
Perang ini telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan menelantarkan lebih dari dua juta orang. Tidak hanya itu, perang ini juga menjadikan Yaman sebagai negara dengan ambang kelaparan yang sudah melebihi batas. Menurut PBB, konflik di Yaman telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburu di dunia.
Baca juga:
Saluran air dibom karena perang, wabah kolera melonjak 170 persen di Yaman
Warga Yaman masak daun untuk makan karena kelaparan
5 Juta lebih anak di Yaman berisiko terserang kelaparan akut
Hasil survei di 146 negara: Dunia makin murung dalam satu dekade terakhir
AS tegaskan tetap dukung Saudi dan UEA dalam perang di Yaman