LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Serangan Rusia ke Suriah disebut kejahatan perang

Amnesty International menunjukkan bukti Rusia menyerang pasar hingga perumahan, membunuh 200 warga sipil

2015-12-23 10:14:00
Rusia
Advertisement

Lembaga pemantau hak asasi manusia, Amnesty International, meyakini Rusia sudah melakukan kejahatan perang di Suriah. Alasan Negeri Beruang Merah terlibat konflik untuk menyerang markas ISIS tidak terbukti. Faktanya, serangan udara Rusia yang dimulai sejak 30 September hingga 29 November, menurut Amnesty, menewaskan lebih banyak rakyat sipil dibanding militan.

"Minimal, Rusia bertanggung jawab atas tewasnya 200 warga sipil selama periode serangan itu, juga menyebabkan kerusakan di kawasan pemukiman, masjid, pasar yang ramai, dan fasilitas medis," seperti disampaikan Phillip Luther, Direktur Amnesty untuk Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara melalui keterangan pers, yang dikutip BBC, Rabu (23/12).

Organisasi HAM berpusat di Inggris itu mengumpulkan temuan-temuan ini melalui saksi dan aktivis Suriah. Mereka mengklaim bukti foto, tanggal kejadian, jumlah korban, semuanya sudah valid karena diverifikasi ulang. Kota-kota di Suriah dengan korban warga sipil paling banyak akibat serangan Rusia adalah Homs, Idlib, dan Aleppo.

Advertisement

Salah satu bukti kejahatan perang Rusia misalnya adalah pemboman Kota Idlib, di barat laut Suriah pada 22 Desember lalu. Penyerangan ini menghantam kawasan pemukiman dan pasar Distrik Maarat al Naasan, data terakhir menunjukkan 73 orang tewas.

Data ini mematahkan alibi Rusia yang selalu mengklaim serangan udara mereka tidak menyasar tempat tinggal warga sipil, yang artinya merupakan kejahatan perang serius.

"Temuan ini menunjukkan kegagalan Rusia menghormati hukum kemanusiaan internasional," imbuh Luther.

Advertisement

Negara-negara Barat sejak lama menuding Rusia terlibat konflik Timur Tengah hanya demi melindungi sekutunya, Presiden Suriah Basyar al-Assad. Tudingan ini dibantah oleh pejabat-pejabat Moskow, termasuk oleh Presiden Vladimir Putin langsung.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.