Serangan Israel Sudah Tewaskan 3.593 Orang di Lebanon
Dalam pernyataannya, Kemenkes Lebanon juga mencatat dalam 24 jam terakhir, 67 orang tewas dan 257 orang terluka.
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah meningkat menjadi 3.593 orang sejak 2 Maret, dengan 10.990 lainnya terluka. Demikian kata Kementerian Kesehatan Lebanon, Sabtu (6/6).
Dalam pernyataannya, Kemenkes Lebanon juga mencatat dalam 24 jam terakhir, 67 orang tewas dan 257 orang terluka.
Sebelumnya pada hari itu, kantor berita NNA melaporkan bahwa seorang jenderal tentara Lebanon dan sopirnya tewas setelah kendaraan mereka diserang di jalan raya di Lebanon selatan.
Militer Israel terus menyerang Lebanon selatan meski ada perjanjian gencatan senjata. Otoritas Lebanon telah berulang kali mengatakan bahwa serangan Israel itu melanggar kedaulatan negara dan menghambat stabilisasi di selatan.
Tak Peduli Gencatan Senjata
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon selatan akan tetap dilanjutkan meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Katz pada Kamis, 4 Juni 2026, sehari setelah Washington mengumumkan kesepakatan tersebut, yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran lintas perbatasan yang melibatkan kelompok Hizbullah, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Katz menjelaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang telah dikuasai oleh militer Israel di wilayah Lebanon selatan, termasuk kawasan strategis Kastil Beaufort yang berhasil direbut pada akhir pekan lalu.
"Israel untuk sementara waktu akan melanjutkan tembakan dan operasinya di lapangan," kata Katz.
Ia juga menambahkan bahwa pasukan Israel tidak akan mengizinkan penduduk kembali ke wilayah yang kini berada di bawah kendali militer Israel.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS setelah melalui serangkaian pembicaraan antara pejabat Lebanon dan Israel. Namun, kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran tidak terlibat langsung dalam perundingan ini dan hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi.
Menurut pernyataan dari AS, gencatan senjata ini bergantung pada penghentian total serangan oleh Hizbullah serta penarikan seluruh anggotanya dari wilayah antara perbatasan Israel dan Lebanon hingga Sungai Litani.
Meskipun demikian, pernyataan tersebut tidak mencantumkan kewajiban bagi Israel untuk menarik pasukannya dari Lebanon selatan. Di tengah pengumuman gencatan senjata ini, serangan militer Israel masih terus berlangsung.
Sumber keamanan Lebanon melaporkan bahwa Israel melancarkan sejumlah serangan di wilayah selatan pada hari Kamis. Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, satu orang dilaporkan tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan drone yang menghantam sebuah sepeda motor. Selain itu, drone Israel juga dilaporkan terbang rendah di atas ibu kota Beirut.