LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Seorang ibu nekat bunuh diri agar asuransi bayar pengobatan anaknya

Cerita dari Shenzen, China ini bertambah pilu karena ibu itu tak tahu asuransinya kedaluwarsa

2016-04-07 10:52:19
China
Advertisement

Sebuah kisah pilu menimpa keluarga miskin di China. Ibu berusia 63 tahun rela mengakhiri hidupnya begitu saja demi mencairkan uang asuransi.

Pihak keluarga, minta nama mereka dirahasiakan, baru menyadari beberapa hari setelah sang ibu bunuh diri, tujuan tindakan nekat itu ternyata agar anak lelakinya yang sakit parah memiliki ongkos membayar rumah sakit.

Menurut pemberitaan surat kabar lokal Dongguan yang dilansir dari laman nextshark, Kamis (7/4), cerita tragis ini terjadi di Provinsi Shenzhen. Sang ibu mengira, jika dia mati, maka keluarganya akan menerima santunan asuransi senilai 300 ribu Yuan (setara Rp 611 juta).

Advertisement

"Kau tenang saja, aku akan membantumu mendapat uang untuk pengobatan," kata sang anak lelaki, menirukan ucapan terakhir sang ibu yang kemudian naik ke atap rusun mereka. Saat itu dia belum paham bahwa ibunya berniat mengakhiri hidup dengan alasan asuransi. Wanita itu loncat dari lantai sembilan, lalu tewas seketika.

Advertisement

Ibu di China bunuh diri demi asuransi (c) 2016 Merdeka.com/Shanghaiist

Cerita bertambah pilu, setelah keluarga menyatakan asuransi yang dimaksud sang ibu sebetulnya sudah lewat masa tenggat sejak November 2015. Kalaupun tidak kedaluarsa, perusahaan juga akan menolak pencairan klaim karena bunuh diri. Artinya, upaya perempuan tua itu mengorbankan dirinya sia-sia belaka.

Sang anak lelaki itu menderita penyakit Ankylosing Spondylitis, peradangan kronis tulang belakang dan sendi tulang. Sang anak telah merasakan keluhan sejak 2005, namun menahan diri hingga 10 tahun ke depan, sehingga kondisinya memburuk.

Sejak menderita penyakit ini, sang anak tidak bisa melanjutkan pekerjaan di restoran karena harus dirawat intensif. Untuk menggerakkan leher saja dia kesulitan. Keuangan keluarga itu akhirnya morat-morit.

Cerita pilu keluarga yang tertimpa musibah berturut-turut ini banyak dibahas di pelbagai media China. Warga yang bersimpati akhirnya mengirim donasi melalui Shenzen Charity Foundation. Yayasan ini bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Shenzen agar keluarga lelaki malang ini tak perlu membayar biaya perawatan.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.