LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sempat Kosong Dua Tahun, Turki Kembali Tunjuk Dubes untuk Israel

Israel dan Turki belum bertukar duta besar sejak pertikaian pada Mei 2018.

2020-12-15 08:08:00
Turki
Advertisement

Atas dukungan Presiden terpilih AS Joe Biden, Turki dilaporkan menunjuk duta besar baru untuk Israel untuk mengisi jabatan diplomatik yang dibiarkan kosong selama lebih dari dua tahun.

Pekan lalu, Al Monitor melaporkan, Dubes baru terpilih yaitu Ufuk Ulutas (40), pengagum Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang sebelumnya kuliah di Universitas Ibrani Yerusalem.

Ulutas juga merupakan Ketua Pusat Penelitian Strategis di Kementerian Luar Negeri Turki, dia disebut "sangat pintar", "sangat cerdas", dan "sangat pro-Palestina,". Demikian kata laporan tersebut mengutip seorang sumber, seperti dikutip dari Times of Israel, Senin (14/12).

Advertisement

Ulutas juga bukan seorang diplomat karir. Sementara itu belum jelas apakah Israel akan mengirim duta besar kembali ke Turki.

Israel dan Turki belum bertukar duta besar sejak pertikaian pada Mei 2018. Setelah unjuk rasa berujung kekerasan di perbatasan Gaza di mana lebih dari 60 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah anggota Hamas tewas, Erdogan menyalahkan Israel atas kematian itu, menyebutnya sebagai "negara teroris" yang melakukan "genosida".

Turki kemudian menarik duta besarnya dan mengusir duta besar Israel, Eitan Na'eh, dan konsulat jenderal di Istanbul. Na'eh, yang diperintahkan untuk meninggalkan Turki sementara, menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat di bandara Istanbul yang mengharuskannya untuk melepas sepatunya. Pers Turki diundang untuk merekam hal tersebut, Israel pun membalas dengan tindakan yang sama.

Advertisement

Saling sebut teroris

Israel kemudian mengusir konsul jenderal Turki di Yerusalem dan memanggil wakil duta besar di Tel Aviv untuk ganti pakaian.

Erdogan adalah pembela gigih perjuangan Palestina dan kritikus sengit Israel. Baru-baru ini Erdogan juga mengecam kesepakatan normalisasi Israel dengan negara-negara Teluk.

Erdogan dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kerap saling serang, menyebut satu sama lain sebagai teroris dan pembunuh massal.

Hubungan antara kedua negara tetap membeku meskipun Israel dan Turki secara resmi mengakhiri keretakan diplomatik enam tahun pada 2016.

Pertikaian dimulai ketika 10 aktivis Turki tewas dalam konfrontasi kekerasan dengan pasukan komando angkatan laut Israel di atas kapal Mavi Marmara yang bertujuan untuk mematahkan blokade laut Israel di Jalur Gaza. Israel mengklaim tentara itu diserang dengan kejam oleh mereka yang berada di dalam pesawat.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.