LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sembilan kepala negara tidak ikut rayakan puncak KAA di Bandung

PM Jepang Shinzo Abe dan Raja Yordania terpaksa pulang lebih dulu karena ada urusan dalam negeri

2015-04-23 12:28:53
KAA ke-60 Bandung
Advertisement

Puncak kegiatan Konferensi Asia Afrika digelar di Kota Bandung, pada Jumat (24/4), dengan agenda napak tilas para pendiri KAA yang dulu bertemu pada 1955. Total delegasi 106 negara yang menghadiri kegiatan ini akan menuju ke Paris Van Java.

Namun dari 21 kepala negara yang hadir di Konferensi Tingkat Tinggi di Jakarta, tidak semua mengikuti acara napak tilas. Kementerian Luar Negeri mencatat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe atau Raja Yordania Abdullah II terpaksa pulang lebih cepat untuk alasan mendesak di dalam negerinya.

Direktur Jenderal Asia Pasifik Kemlu, Yuri K. Thamrin, meyakini greget napak tilas tidak akan berkurang. "Sembilan kepala negara atau pemerintahan yang kembali, enggak ikut ke Bandung. Ada PM Jepang, Raja Yordania, PM Singapura, Presiden Iran masih belum ada kepastian, atau PM Palestina. Tidak akan mengurangi arti penting yang di Bandung," tuturnya di Balai Sidang Jakarta, Kamis (23/4).

Advertisement

Dari persiapan terakhir, pemerintah meyakini Bandung sudah siap menggelar napak tilas para pemimpin KAA. Selain berjalan di rute KAA, 22 tamu negara akan mendeklarasikan tiga dokumen inti di luar Gedung Merdeka, Bandung.

"Nanti akan tanda tangan simbolis Bandung Message, tapi tidak semua bisa ke Gedung Merdeka karena tempatnya tidak sebesar JCC," ungkap Yuri.

Untuk hari ini, agenda KAA diisi dengan acara Parlemen Asia Afrika serta kegiatan bilateral. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, menurut Yuri, akan menerima 10 tamu negara.

Advertisement

Topik yang dibicarkaan di antaranya kerja sama di bidang teknologi, kemungkinan investasi di Indonesia atau sebaliknya, peningkatan volume perdagangan, serta meminta dukungan negara-negara sahabat itu agar memuluskan niat Indonesia maju menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.