LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Selama 5 tahun, pria ini berhasil kumpulkan 50 kg ranjau paku

Selama 5 tahun, pria ini berhasil kumpulkan 50 kg ranjau paku. Seorang insinyur asal India, Benedict Jebakumar menghabiskan lima tahun terakhir untuk mengumpulkan lebih dari 50 kilogram paku berkarat. Aksinya dimulai sejak 2012 setelah sering mengalami ban bocor setiap berangkat kerja.

2017-01-16 12:52:00
India
Advertisement

Seorang insinyur asal India, Benedict Jebakumar menghabiskan lima tahun terakhir untuk mengumpulkan lebih dari 50 kilogram paku berkarat. Paku-paku tersebut disebar ke seluruh jalan sibuk oleh pemilik bengkel terdekat yang mencoba mencari keuntungan. Di Indonesia dikenal sebagai ranjau paku.

Jebakumar memulai misinya sejak 2012 setelah sering mengalami ban bocor setiap berangkat kerja. Sebagian besar diakibatkan karena ranjau paku di sepanjang jalan lingkar luar dekat rumahnya di Bangalore, India.

"Saya telah melihat orang dengan sengaja menghamburkan paku berulang kali di sepanjang jalan lingkar luar Bangalore sejak 2012. Ini telah menjadi ancaman bagi masyarakat" kata Jebakumar kepada media lokal seperti dikutip dari harian Daily Mail, Senin, (16/1).

"Tindakan semacam ini dilakukan orang jahat untuk menghasilkan uang dari memperbaiki ban bocor. Saya sudah menginformasikan hal ini kepada pihak berwenang, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan dan ulah mereka masih berlanjut," sambungnya.

Jebakumar awalnya mengambil paku yang bisa dia lihat di jalan dengan tangan mulai pukul 07.00, sebelum berangkat bekerja dan melanjutkannya usai kembali dari bekerja. Namun, dia kemudian mendapatkan ide untuk mendapatkan paku lebih banyak dengan alat magnetik.

Setelah memperoleh lebih dari 50 kilogram paku, Jebakumar pun memfoto dan membagikan temuannya itu ke halaman media sosial Facebook bernama My Road, My Responsibility (Jalanku, Tanggung Jawabku) agar lebih banyak orang melaporkan hal ini ke pihak berwenang setempat.

Selama melakukan misinya itu, tak pernah ada seorangpun yang datang dan bertanya kepadanya apa yang sedang dilakukannya.

"Di zaman yang serba cepat ini, tidak ada seorang pun yang memerhatikan ada seorang pria keluyuran di jalan utama sibuk mencari sesuatu. Mereka bahkan tidak sadar, paku-paku ini adalah potensi ancaman bagi kendaraan mereka," tutur Jebakumar.

Kini, Jebakumar tidak lagi mengendarai mobilnya untuk bekerja. Dia memilih bersepeda untuk menghindari resiko ban bocor yang mungkin akan dialaminya.

Baca juga:
Puas dengan masakan koki, pengusaha baik hati beri tip Rp 16,2 juta
Intip wanita-wanita cantik India rayakan festival panen Tamil
40 Tahun setelah mati dipatuk kobra, wanita ini bangkit lagi
Mengintip biksu cilik perdalam ilmu agama di pegunungan Himalaya
India larang politisi pakai isu agama buat raup suara

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.