Selain Rohingya, empat etnis ini paling merana sedunia
Keberadaan mereka tergusur, tertindas, hingga diasingkan dan tidak diakui oleh negaranya sendiri.
Eksistensi sebuah etnis terkadang tidak diikuti oleh izin otoritas negara tersebut. Hal itu disebabkan perbedaan keyakinan atau ketidaksamaan ras dengan mayoritas. Keberadaan mereka tergusur, tertindas, hingga diasingkan dan tidak diakui oleh negaranya sendiri. Etnis ini berdarah Indo-Arya dari daerah Arakan atau Rakhine di Burma, yang kini berubah nama menjadi Myanmar setelah lepas dari kepemimpinan junta militer. Rohingya adalah etno-linguistik keturunan Indo-Arya di India dan Bangladesh. Etnis Yazidi menggabungkan Syiah dan Sufi dalam praktek keagamaannya. Mereka berdomisili di Provinsi Nineveh Irak Utara. Pada Agustus 2014 Yazidi menjadi sasaran kekejaman kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dengan dalih 'memurnikan' Irak dan negara tetangga dari pengaruh non-Islam. Kelompok ISIS membunuh para pria etnis Yazidi karena tidak mau masuk Islam. Bukan hanya pria, gadis perawan keturunan Yazidi juga kerap dijual di pasar budak dengan ditelanjangi. Etnis Timur Tengah ini menyebar di Iran, Irak, Turki dan Suriah. Sejarah mencatatkan, etnis Kurdi selalu memperjuangkan kemerdekaanya. Dengan jumlah 30 juta orang, Kurdi merupakan kelompok etnis terbesar sedunia yang ironisnya tidak memiliki negara sendiri. Suku Uighur adalah kelompok minoritas di China. Dalam sejarahnya, Uighur tersebar di Asia Tengah dan pemeluk agama Islam bernafaskan Sufi. Domisili Uighur terpusat di Otonomi Xianjiang, China. Basque adalah salah satu etnis Eropa yang bersitegang dengan Spanyol dan Prancis, terus mendapat gempuran psikis dari segi sisi kemanusiaan dan tidak ada perjuangan perdamaian terhadap hal tersebut. Konflik dialami etnis Basque sudah terjadi sejak 1512. Konflik bermula dari keinginan kebijakan khusus untuk Basque yang ditentang, berawal dari hal tersebut muncul gerakan separatis.
Contoh hangat yang bisa diambil adalah umat muslim Rohingya, mereka nekat mengarungi lautan demi mendapatkan suaka. Negara kelahiran mereka, Myanmar tutup mata dan berdalih mereka bukanlah bagian dari negara bermayoritas Buddha tersebut.
Tidak hanya Rohingya, etnis dari pelbagai belahan dunia lain juga menerima perlakuan yang sama.
Setelah Rohingya, berikut empat etnis dengan penindasan kejam oleh otoritas negaranya sendiri. Rohingya di Myanmar
Namun sayang keberadaan mereka terus mengalami degradasi, sejumlah pembantaian dan tidak diakuinya status kenegaraan mereka di Myanmar membuat etnis ini nekat mengarungi lautan hingga terdampar di perairan Indonesia, setelah sebelumnya diusir Thailand, dan ditolak otoritas Malaysia.
Kini nasib mereka ditampung di Aceh, sebagai tempat perlindungan sementara.Yazidi di Irak
Kurdi di Timur Tengah
Kurdi adalah Islam Sunni dan merupakan kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah.Uighur di China
Eksistensi Uighur mendapat sorotan khusus seputar kasus diskriminasi terhadap eksistensi mereka. Uighur sampai menununtut kemerdekaan dengan memisahkan diri dari China. Mereka menolak paksaan asimilasi dengan suku Han, hingga timbul berbagai kekerasan serta penangkapan terhadap mereka.Basque di Eropa