Sekjen PBB Minta Bertemu Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy
Sekjen PBB, Antonio Guterres meminta bertemu Presiden Rusia dan Ukraina di masing-masing ibu kota kedua negara untuk berdialog bagaimana mengakhiri perang.
Sekjen PBB, Antonio Guterres meminta bertemu Presiden Rusia dan Ukraina di masing-masing ibu kota kedua negara, seperti disampaikan juru bicara PBB, Stephane Dujarric pada Rabu.
Dujarric menyampaikan, ketika perang di Ukraina memanas, Guterres mengajukan permintaan tersebut melalui surat yang dikirim ke Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presien Ukraina Volodymyr Zelensky.
PBB sebagian besar terpinggirkan dalam krisis ini sejak invasi Rusia ke Ukraina mulai pada 24 Februari, sebagian karena anggota permanen Dewan Keamanan PBB terpecah dalam konflik ini yaitu AS, Prancis, Inggris, China, dan Rusia.
China menolak mengecam invasi Rusia, menggambarkan Rusia sebagai korban upaya Barat untuk melemahkan negara tersebut.
Dalam surat yang dikirim pada Selasa, Guterres berusaha membuka dialog untuk mengakhiri perang.
"Pada masa bahaya besar dan penuh konsekuensi ini, dia ingin mendiskusikan langkah mendesak untuk menciptakan perdamaian di Ukraina," jelas Dujarric, dikutip dari laman Al Arabiya, Kamis (21/4).
Sejak perang dimulai, Guterres jarang berkomunikasi dengan Zelenskiy. Keduanya hanya pernah berbicara melalui telepon pada 26 Maret.
Putin tidak menjawab panggilan telepon Guterres, atau tidak pernah menjalin kontak dengannya, sejak Guterres menyatakan invasi Rusia itu melanggar piagam PBB.
Baca juga:
Sarmat, Rudal Balistik Rusia yang Mampu Bawa Muatan Nuklir
Menyisir Ranjau dan Amunisi yang Gagal Meledak di Kiev
Dubes Ukraina: Disinformasi Bisa Membuat Orang Mendukung Perang
Pasukan Ukraina Pakai Bom Klaster, Senjata yang Dilarang Konvensi Internasional
Perang Rusia-Ukraina Buat Proyeksi Ekonomi Global Terkoreksi, Berdampak ke RI?
Kanada Jatuhkan Sanksi untuk Dua Anak Perempuan Vladimir Putin
Rusia Izinkan Tentara Ukraina Tinggalkan Mariupol dengan Syarat Letakkan Senjata