LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Junta Myanmar Bebaskan Aung San Suu Kyi

Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak junta militer Myanmar membebaskan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Keduanya ditangkap pada saat kudeta 1 Februari dan kini dalam tahanan rumah.

2021-07-02 16:47:00
Kudeta Militer Myanmar
Advertisement

Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak junta militer Myanmar membebaskan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Keduanya ditangkap pada saat kudeta 1 Februari dan kini dalam tahanan rumah. Demikian disampaikan juru bicara PBB, sehari setelah ribuan tahanan dibebaskan lima bulan setelah kudeta.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara menggulingkan kekuasaan pada 1 Februari dan menyingkirkan pemerintah terpilih yang dipimpin Suu Kyi.

“Kami mengulangi seruan kami untuk pembebasan segera semua yang ditahan dengan sewenang-wenang, dan itu termasuk Presiden Win dan penasihat negara Aung San Suu Kyi,” jelas Eri Kaneko, juru bicara Guterres, pada Kamis, dilansir Al Jazeera, Jumat (2/7).

Advertisement

Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 tahanan pada Rabu, termasuk para jurnalis dan mereka yang didakwa dengan pasal hasutan karena terlibat dalam unjuk rasa anti kudeta.

Banyak lawan militer yang ditangkap, dan beberapa telah diputus bersalah, di bawah UU yang mengkriminalisasi komentar yang bisa menyebabkan ketakutan atau menyebarkan berita palsu. Suu Kyi sedang menghadapi persidangan atas sejumlah dakwaan dan masih ditahan.

“Kami masih sangat khawatir dengan berlanjutnya kekerasan dan intimidasi, termasuk penangkapan sewenang-wenang oleh pasukan keamanan,” kata Kaneko.

Advertisement

Bakar seragam tentara

Untuk menandai bulan kelima sejak kudeta, ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan di kota Yangon pada Kamis. Mereka melakukan aksi pembakaran seragam tentara dan menyerukan demokrasi.

Ini merupakan salah satu unjuk rasa terbesar di Yangon dalam beberapa pekan terakhir, walaupun unjuk rasa menentang tentara berlangsung setiap hari di sejumlah wilayah di negara tersebut.

“Apa yang kami inginkan? Demokrasi! Demokrasi!” teriak para demonstran.

“Demi rakyat! Demi rakyat,” lanjut mereka.

Mereka membakar seragam militer sebelum dibubarkan aparat.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.