Sekitar ibu kota Amerika masih lumpuh, korban tewas bertambah
16 korban tewas sebagian besar pejalan yang tertimpa pohon saat badai menerjang pertama kali.
Wilayah pinggiran Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, masih lumpuh karena tidak mendapat pasokan listrik setelah serangan badai Derecho kemarin. Di tengah upaya evakuasi dan normalisasi infrastruktur, korban tewas bertambah menjadi 16 orang.
Surat kabar the New York Times melaporkan, Minggu (1/7), kerusakan terparah dialami kawasan Virginia dan Maryland, dua kota yang berbatasan dengan ibu kota Negeri Paman Sam itu. Korban tewas sebagian besar pejalan yang tertimpa pohon saat badai pertama kali datang pada Sabtu dini hari waktu setempat.
Sehari setelah badai menerpa, pohon-pohon betumbangan. Pemerintah setempat juga mengingatkan bahaya lain, yaitu hawa panas yang bisa menyebabkan dehidrasi akut dan penurunan kondisi para korban.
Badai Derecho terjadi karena cuaca panas ekstrim mengundang aliran udara di Samudera Atlantik berpindah drastis ke Pantai Timur Amerika. Fenomena ini disebut 'jet stream'.
Badan Metereologi Nasional menyatakan Derecho sebetulnya biasa mampir setiap empat tahun sekali. Namun tingkat amukannya kali ini di luar perkiraan. Bahkan, beberapa negara bagian seperti Kentucky, Ohio, dan Pennsylvania yang terletak di wilayah tengah Amerika ikut terkena dampak badai itu.
Situasi Washington DC terhitung lebih aman dibanding wilayah lain. Namun banyak pohon tumbang di dekat pusat pemerintahan Amerika itu, salah satunya pohon-pohon sekitar Gedung Parlemen.
Presiden Barack Hussein Obama saat ini sudah berkoordinasi dengan para gubernur di sekitar wilayah ibu kota untuk memantau situasi.
Ratusan bangunan dan mobil hancur dengan nilai kerugian belum bisa ditaksir. Hingga berita ini dilansir 1,3 juta rumah dan tempat usaha di sekitar Ibu Kota Washington tidak mendapat aliran listrik.
Gubernur Virginia Robert F. McDonnell menyatakan kejadian ini merupakan salah satu bencana paling parah yang pernah menimpa negara bagian itu. "Peristiwa badai ini sangat membahayakan dan bersejarah, saya minta warga saling membantu selama listik belum menyala," ujar McDonnell.
Badai ini ikut mengganggu jutaan pengguna Internet yang memanfaatkan layanan Instagram. Akibat amukan Derecho, listrik terpaksa dipadamkan di kawasan Elastic Compute Cloud (AEC2) yang terletak di Virginia Utara. Padahal AEC2 merupakan pusat layana data bagi sejumlah perusahaan seperti Instagram, Pinterest, Netflix, dan Heroku. (mdk/fas)