LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Sebelum Wafat Puas Fransiskus Pernah Menulis Surat Wasiat, Isinya Sederhana Tapi Bikin Haru

Sebelum wafat pada hari Senin Paskah, Paus Fransiskus telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, selama lebih dari sebulan karena pneumonia ganda.

Rabu, 23 Apr 2025 12:25:02
paus fransiskus
Selain itu, Paus Fransiskus juga dikabarkan tak akan menginap di hotel selama kunjungannya ke Jakarta, melainkan menginap di Kedutaan Besar Vatikan. (Gregorio Borgia / POOL / AFP) (@ 2024 merdeka.com)
Advertisement

"Makam harus berada di tanah; sederhana, tanpa hiasan khusus, hanya bertuliskan: Franciscus." Demikian kutipan langsung dari wasiat Paus Fransiskus. Dalam surat terakhirnya, pemimpin Gereja Katolik Roma ini hanya membahas tentang tempat peristirahatan jenazahnya. Berikut adalah isi lengkap surat wasiat Paus Fransiskus yang dikutip dari Vatican News:

Miserando atque Eligendo Dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Amin. Ketika aku merasakan bahwa senja hidupku semakin mendekat, dan dengan harapan yang kuat akan kehidupan abadi, aku ingin menyampaikan kehendak terakhirku yang hanya berkaitan dengan tempat peristirahatan jenazahku. Sepanjang hidupku, dan selama pelayananku sebagai imam serta uskup, aku selalu menyerahkan diriku kepada Bunda Tuhan kita, Santa Perawan Maria. Oleh karena itu, aku meminta agar jenazahku beristirahat—menantikan hari Kebangkitan—di Basilika Santa Maria Maggiore. Aku berharap perjalanan terakhirku di dunia ini berakhir di tempat suci kuno Bunda Maria, yang selalu ku kunjungi untuk berdoa di awal dan akhir setiap Perjalanan Apostolik, dengan penuh keyakinan menyerahkan segala niatku kepada Bunda yang Tak Bernoda dan mengucapkan syukur atas kasih dan perlindungan keibuannya. Aku memohon agar makamku disiapkan di relung pemakaman yang terletak di lorong samping, di antara Kapel Paulus (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza di dalam basilika, sesuai dengan rencana yang terlampir. Makam tersebut harus berada di tanah; sederhana, tanpa hiasan khusus, hanya bertuliskan: Franciscus. Biaya persiapan pemakaman akan ditanggung oleh dana dari seorang dermawan, yang telah kusiapkan untuk ditransfer ke Basilika Santa Maria Maggiore. Aku telah memberikan instruksi terkait hal ini kepada Kardinal Rolandas Makrickas, Komisaris Luar Biasa Basilika Liberian. Semoga Tuhan menganugerahkan balasan yang layak kepada semua orang yang telah mengasihiku dan yang terus mendoakanku. Penderitaan yang menandai bagian akhir hidupku, kupersembahkan kepada Tuhan, demi perdamaian dunia dan persaudaraan antarbangsa.

Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun pada Senin (21/4/2025) pagi waktu Vatikan. Kabar tentang wafatnya Bapa Suci diumumkan oleh Camerlengo Kardinal Kevin Farrel pada pukul 09.45 dari tempat tinggalnya di Casa Santa Marta (Domus Sanctae Marthae): "Saudara-saudari terkasih, dengan duka yang mendalam, saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Fransiskus. Pada pukul 07.35, Uskup Roma, Fransiskus, telah kembali ke Rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya. Beliau mengajarkan kita untuk hidup setia pada nilai-nilai Injil, penuh keberanian dan cinta kasih yang menyeluruh, terutama kepada mereka yang paling miskin dan tersisih. Dengan hati yang penuh syukur atas teladannya sebagai murid sejati Kristus, kami percayakan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Allah yang Maha Pengasih, Bapa, Putra, dan Roh Kudus."

Direktur Direktorat Kesehatan dan Kebersihan Negara Kota Vatikan, Dr. Andrea Arcangeli, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada Senin malam, mengungkapkan penyebab kematian Paus Fransiskus, yaitu stroke, yang kemudian diikuti oleh koma dan gagal jantung. Laporan medis menunjukkan bahwa Paus Fransiskus memiliki riwayat gagal napas akut akibat pneumonia ganda yang disebabkan oleh berbagai mikroba, bronkiektasis multipel, hipertensi, dan diabetes tipe II. Kematiannya dipastikan melalui pemeriksaan thanatografi elektrokardiografik.

Pada pukul 07.35, Uskup Roma, Fransiskus, telah kembali ke Rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya. Beliau mengajarkan kita untuk hidup setia pada nilai-nilai Injil, penuh keberanian dan cinta kasih yang menyeluruh, terutama kepada mereka yang paling miskin dan tersisih. Dengan hati yang penuh syukur atas teladannya sebagai murid sejati Kristus, kami percayakan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Allah yang Maha Pengasih, Bapa, Putra, dan Roh Kudus."

Advertisement
Advertisement

Direktur Direktorat Kesehatan dan Kebersihan Negara Kota Vatikan, Dr. Andrea Arcangeli, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada Senin malam, mengungkapkan penyebab kematian Paus Fransiskus, yaitu stroke, yang kemudian diikuti oleh koma dan gagal jantung. Laporan medis menunjukkan bahwa Paus Fransiskus memiliki riwayat gagal napas akut akibat pneumonia ganda yang disebabkan oleh berbagai mikroba, bronkiektasis multipel, hipertensi, dan diabetes tipe II. Kematiannya dipastikan melalui pemeriksaan thanatografi elektrokardiografik.

Berita Terbaru
  • Polda Riau Ungkap Penyelewengan BBM Bersubsidi, 41 Ton Solar Disita, 39 Tersangka Diamankan
  • Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar Juara Liga Italia di Pekan ke-34
  • Google Cloud Luncurkan Gemini Enterprise Agent Platform di Next '26: Era Baru AI Agentic
  • DPRD Maluku Desak Bukti Kuat Laporan 300 Kaleng Sianida di Buru
  • Indonesia Bertekad Jadi Penggerak Ekonomi Halal Global, Potensi Triliunan Dolar Menanti
  • berita update
  • konten ai
  • paus fransiskus
  • paus fransiskus meninggal
  • surat wasiat
  • vatikan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
T
Reporter Tanti Yulianingsih, Khairisa Ferida, Teddy Tri Setio Berty, Benedikta Miranti T.V, Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.