Sebagian besar warga AS dukung pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura
66 Persen warga AS dukung pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura. Survei dilakukan melalui telepon sejak 3 sampai 6 Juni dengan 1.001 responden dipilih secara acak di Amerika Serikat. Margin error dari survei ini sebesar 3 persen.
FOX News melakukan survei mengenai pandangan warga terkait pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni mendatang. Sebagian besar warga Amerika Serikat mendukung pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un tersebut.
"Sebanyak 66 persen memiliki pandangan positif tentang pertemuan Trump dan Kim, sementara sisanya mempunyai pendapat berlawanan," demikian pernyataan FOX News, dikutip dari Sputnik News, Jumat (8/6).
Survei dilakukan melalui telepon sejak 3 sampai 6 Juni dengan 1.001 responden dipilih secara acak di Amerika Serikat. Margin error dari survei ini sebesar 3 persen.
Meski sebagian besar mendukung pertemuan tersebut, namun banyak juga warga AS yang masih menyangsikan bahwa Korut akan benar-benar menghentikan program nuklirnya.
"Namun 60 persen warga AS yang disurvei tidak percaya bahwa Korut akan menghentikan pengembangan program nuklirnya, meski jumlahnya masih lebih rendah daripada tiga bulan lalu," ungkap survei tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, Korut sudah mengonfirmasi terkait kesiapannya untuk melakukan denuklirisasi kepada AS menjelang KTT bersejarah. Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, KTT bakal berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang pukul 09.00 waktu setempat.
Baca juga:
Menlu Singapura terbang ke Pyongyang jelang pertemuan Trump-Kim Jong-un
Pengacara sebut Kim Jong-un 'mengemis' untuk bertemu Trump
Israel tolak komentari pertemuan Trump-Kim Jong-un
Kim Jong-un dikabarkan takut dibunuh dalam pertemuan dengan Trump di Singapura
5 Fakta Pulau Sentosa, tempat pertemuan Trump dan Kim Jong Un yang dijaga super ketat
Mengupas satu per satu personel yang menjaga ketat pertemuan Trump dan Kim Jong Un