LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Saudi tuding Libanon 'nyatakan perang' dan 'tunduk' pada Hizbullah

Saudi tuding Libanon 'nyatakan perang' dan 'tunduk' pada Hizbullah. Pengunduran diri Perdana Menteri Libanon, Saad al-Hariri, yang dilakukan secara mendadak memicu situasi yang bergejolak di dalam negara itu.

2017-11-07 18:44:10
Libanon
Advertisement

Pengunduran diri Perdana Menteri Libanon, Saad al-Hariri, yang dilakukan secara mendadak memicu situasi yang bergejolak di dalam negara itu.

Hariri mundur lantaran dirinya mulai khawatir akan luasnya pengaruh Iran di Libanon dan merasa takut bakal dihabisi Hizbullah. Sementara itu, Hizbullah membantah asumsi tersebut dan menuding justru Arab Saudi lah yang mendalangi pengunduran diri Saad.

Aksi saling tuding pun tak terelakkan. Saudi kini menuduh Libanon mendeklarasikan perang dengan membiarkan agresi Hizbullah di negaranya untuk melawan Kerajaan Teluk.

"Kami menganggap pemerintah Libanon mendeklarasikan perang karena milisi Hizbullah. Libanon ditekan oleh milisi Hizbullah dan di belakangnya ada Iran," ungkap Menteri Luar Negeri Saudi untuk Urusan Teluk, Thamer al-Sabhan, dikutip dari Russia Today, Selasa (7/11).

"Kami mengharapkan pemerintah Libanon melakukan tindakan untuk mencegah agresi Hizbullah. Libanon harus tahu resiko ini dan memperbaiki masalah sebelum mencapai titik di mana mereka tak bisa kembali," lanjutnya.

Di tengah ketidakpastian politik tersebut, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud memanggil Hariri untuk berbagi informasi mengenai dugaan serangan yang dilakukan Hizbullah terhadap Saudi.

"Hizbullah dituding menyelundupkan narkoba dan memberikan pelatihan teroris kepada anak-anak Saudi. Dalam pertemuan itu juga, Raja Salman menuduh kelompok militan Libanon terlibat dalam setiap tindakan terorisme yang mengancam Arab Saudi," paparnya.

Meski demikian, Al-Sabhan tidak menjelaskan tindakan yang akan dilakukan Saudi untuk melawan Libanon. Presiden Libanon Michel Aoun pun mengatakan belum menerima pengunduran diri resmi dari Hariri. Rencananya, Aoun akan memutuskan masalah setelah Hariri kembali ke Libanon selepas dari Saudi.(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.