Saudi hapus pengaruh Ikhwanul Muslimin di sekolah-sekolah
Saudi hapus pengaruh Ikhwanul Muslimin di sekolah-sekolah. Menteri Pendidikan Arab Saudi Ahmad bin Muhammad al-Issa dalam pernyataannya dua hari lalu mengatakan pemerintah akan menghapus segala kurikulum sekolah dari pengaruh Ikhwanul Muslimin, organisasi dilarang karena dianggap berpaham ekstrem.
Menteri Pendidikan Arab Saudi Ahmad bin Muhammad al-Issa dalam pernyataannya dua hari lalu mengatakan pemerintah akan menghapus segala kurikulum sekolah dari pengaruh Ikhwanul Muslimin, organisasi dilarang karena dianggap berpaham ekstrem.
Issa menuturkan pihaknya akan memastikan kurikulum dan buku-buku sekolah terbebas dari agenda Ikhwanul Muslimin.
Selain itu semua buku yang berkaitan dengan IKhwanul Muslimin di sekolah dan universitas juga akan dilarang.
Laman Al Araby melaporkan, Kamis (22/3), kabar ini muncul setelah Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS mengatakan paham Ikhwanul Muslimin yang dianggap kelompok teror sudah merasuki sekolah-sekolah di Saudi.
Bin Salman menyatakan negaranya berjanji untuk menganut Islam moderat dan memulai reformasi sosial yang selama ini didominasi retorika Islam garis keras.
Sejak diburu pemerintah Mesir di era Gamal Abdul Naser pada 1950-an, banyak anggota Ikhwanul Muslimin melarikan diri ke Saudi. Sebagian dari mereka kemudian berkontribusi di sektor pendidikan dan pelayanan publik.
September lalu lembaga Human Rights Watch membeberkan kurikulum pendidikan Saudi dipenuhi bahasa dan retorika kebencian terhadap kaum minoritas agama yang menyebabkan intoleransi.
Pada 2014 Saudi menggolongkan kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teror dan memasukkannya ke dalam daftar hitam selain Al Qaidah dan ISIS.
Baca juga:
Diwawancara di Amerika, ini pandangan putra mahkota Saudi soal Islam sampai wanita
Trump minta Kerajaan Saudi sumbang kekayaan lewat pembelian senjata
Saat Putra Mahkota Arab Saudi temui Trump di Gedung Putih
Kecelakaan bus jemaah umrah di Makkah, satu orang tewas
Masih ada dua TKI menunggu eksekusi mati di Arab Saudi