Saudi akan Bangun 'Kota Gratis" Bernama Muhammad bin Salman City
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS mengumumkan pada Minggu, “kota nirlaba atau gratis” akan dibangun di negara tersebut.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS mengumumkan pada Minggu, “kota nirlaba atau gratis” akan dibangun di negara tersebut.
Kota baru, yang bakal dinamai Kota Muhammad bin Salman, dijadikan sebagai hub untuk inovasi, penelitian, edukasi, dan seni, menurut pernyataan yayasan nirlaba MBS, MISK.
MBS mengatakan, itu akan menjadi kota metropolis berkelanjutan dan hijau di dalam kawasan 3,4 kilometer persegi yang berlokasi di lingkungan Irqah.
“Ini akan menjadi kota nirlaba (gratis) pertama,” kata MBS, dikutip dari laman Al Araby, Selasa (16/11).
MBS mengatakan kota itu akan mendukung “inovasi, kewirausahaan, dan kerja nirlaba” termasuk memberikan “kesempatan dan program pelatihan pemuda”. Direncanakan juga bakal ada kampus, museum, bioskop, dan galeri.
Menurut yayasan MBS, selain itu akan ada “pusat kreatif” yang didedikasikan untuk bidang ilmiah dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotik.
MBS mengatakan, tujuan dari kota ini adalah menyuguhkan “lingkungan atraktif bagi semua penerima manfaat dari yang diberikan kota ini.”
Desain kota ini akan dibuat dengan konsep “berpusat pada kebutuhan manusia, berkelanjutan, dan ramah pejalan kaki”. Lebih dari 44 persen total kawasan ini akan digunakan untuk ruang terbuka hijau. Ini menyusul pengumuman MBS pada Oktober untuk memangkas emisi karbon di Arab Saudi untuk mencapai nol bersih pada 2060.
Namun, terlepas dari target pengurangan emisi ini, negara kerajaan ini telah menghadapi kritik karena diduga berusaha menghalangi negosiasi di KTT iklim PBB atau COP26 di Glasgow, Skotlandia. Negara kaya minyak ini juga masih bersikukuh akan tetap mengebor dan menjual minyak sepanjang ada permintaan, bukan menghentikan produksi sumber bahan bakar yang tidak terbarukan itu.
‘Kota gratis’ ini salah satu dari banyak proyek yang diumumkan pemimpin de facto Saudi tersebut dalam beberapa tahun terakhir, untuk menghentikan ketergantungan Saudi dari gas dan minyak. Proyek lainnya adalah pembangunan Qiddiya (kota hiburan) dan NEOM, kota berteknologi tinggi yang didedikasikan untuk teknologi futuristik.
Baca juga:
Arab Saudi: Jemaah Luar Negeri Bisa Daftar Umrah Melalui Aplikasi
Melihat Budidaya Kelor yang Sedang Populer di Arab Saudi
Potret Rumah Orang Indonesia Tinggal di Arab Saudi, Dalamnya Ada Pohon Pisang
Kisah Perempuan Arab Saudi yang Jadi Pelatih Menembak
Arab Saudi Butuh 20.000 Perawat Professional Asal Indonesia
Arab Saudi dan Bahrain Usir Dubes Lebanon karena Kritik Perang Yaman