Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza Tidak Bisa Berfungsi Lagi Setelah Dibom Israel
Satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza, Palestina tidak bisa berfungsi lagi dan tidak bisa melakukan tes Covid karena klinik di mana laboratorium itu berada dihantam serangan Israel pada Senin (17/5).
Satu-satunya laboratorium Covid-19 di Gaza, Palestina tidak bisa berfungsi lagi dan tidak bisa melakukan tes Covid karena klinik di mana laboratorium itu berada dihantam serangan Israel pada Senin (17/5).
Klinik Al-Rimal, di kota dengan nama yang sama di Jalur Gaza, sebagian hancur, sementara kantor kementerian kesehatan wilayah itu dan kantor Bulan Sabit Merah Qatar juga dihantam serangan udara Israel. Demikian disampaikan sejumlah pejabat.
Personil medis di kementerian terluka dan beberapa dalam kondisi kritis, kata Wakil Menteri Kesehatan Gaza, Yousef Abu al-Rish kepada wartawan, dilansir The Straits Times, Selasa (18/5).
Juru bicara kementerian Ashraf Qidra mengatakan serangan Israel terancam dapat merusak upaya kementerian kesehatan dalam memerangi pandemi Covid-19.
Dia menambahkan, serangan Israel menghentikan tes Covid-19 di laboratorium pusat.
Sebelum agresi Israel pekan lalu, otoritas di Gaza mengetes rata-rata 1.600 orang per hari.
Tingkat positif Covid-19 merupakan salah satu tertinggi di dunia, pada angka 28 persen, dan rumah sakit kewalahan menerima pasien.
Jalur Gaza yang dihuni 2 juta penduduk sejauh ini telah menerima 122.000 dosis vaksin, lebih dari setengah belum disuntikkan, menurut WHO.
WHO mengatakan, 103.000 orang dites positif virus corona di Gaza, dan lebih dari 930 meninggal dunia.
Baca juga:
Beraksi di Depan Kedubes AS, Aliansi Pemuda Indonesia Bakar Bendera Israel
Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS, Tiga WNA Ditangkap Polisi
Satgas Covid-19 Turut Jaga Aksi Demo Mendukung Palestina
Ungkapan Keprihatinan Palestina Lewat Mural
Militer Israel Lepaskan Tembakan ke Libanon Setelah Diserang Roket
Kawat Berduri Halau Aksi Massa Solidaritas Rakyat Palestina di Kedubes AS