Satu restoran resmi Korut di Jakarta tutup
Bisnis Korut di luar negeri terpukul akibat sanksi keras DK PBB. Kini Pyongyang Restaurant tersisa di kelapa gading
Bisnis sedang tidak bagus untuk Korea Utara. Sanksi Dewan Keamanan PBB membuat banyak sektor usaha negara tertutup itu kini megap-megap. Kendati tidak langsung berkaitan, usaha kuliner yang didanai langsung oleh Pyongyang ikut merasakan paceklik.
Di Jakarta, pemerintah korut memiliki dua cabang restoran. Belakangan restoran di Jl. Gandaria I Nomor 58, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sudah tutup. Kini, jika ada warga Ibu Kota ingin menjajal kuliner Korut, hanya bisa mengandalkan cabang Pyongyang Restaurant di Kelapa Gading.
Dari penelusuran kantor berita Reuters, Kamis (14/4), jumlah pelanggan restoran korut Jakarta di akhir pekan tak sampai 10 orang di bangunan tiga lantai itu. Sepinya pengunjung berdampak pada penghentian hiburan nyanyian di panggung. Biasanya setiap malam para pramusaji akan menyanyi dalam busana hanbok. Karena pengunjung cuma sedikit, restoran ganti memutar lagu-lagu Korut di televisi.
"Semua yang bekerja di sini dari Korea Utara," kata seorang pramusaji. Dia enggan menjawab nyaris semua pertanyaan. Tapi prempuan ini membenarkan bila Pyongyang Restaurant dikelola langsung oleh pemerintahnya.
Tak hanya di Indonesia, bisnis restoran Korut ikut terpukul di China, Thailand, dan Vietnam. Ada dugaan, ini dipicu kebijakan pemerintah Korea Selatan yang mendorong warganya sedang berada di luar negeri tak makan di restoran Korut.
Suasana restoran resmi Korut di Gandaria yang kini tutup (c) 2011 jakarta100bars.com
Pramusaji di restoran korut kawasan Pinsanguo, China, menyatakan jumlah pengunjung anjlok. Namun bisa juga ini dipicu harga jual makanan di restoran itu yang relatif mahal dan menargetkan pangsa pasar ekspatriat.
Pyongyang mulai mengirim warganya yang terdidik bekerja ke restoran pelat merah sejak 2000-an. Para pramusaji maupun koki rata-rata lulusan universitas terkemuka di Korut.
Ada ujian ketat bagi warga sebelum dikirim bekerja di cabang-cabang Pyongyang Restaurant. Selain harus bisa memasak, menyanyi, menari, serta memainkan alat musik, calon pegawai wajib lolos tes ideologi loyalitas pada negara.
Hasil kerja para pegawai di restoran resmi Korut ini akan dikirim pulang ke kampung halaman dalam bentuk remitansi.
Pekan lalu, 13 staf restoran pelat merah Korut di kota Ningbo, China, kabur ke Korsel. Diduga mereka mendapat bantuan beberapa lembaga, lari ke Asia Tenggara, kemudian berangkat ke Seoul. Pyongyang menyebut kejadian di Ningbo sebagai penculikan warga negaranya oleh intelijen Korsel.
(mdk/ard)