Sambangi Menlu, Myanmar ingin belajar demokrasi dari Indonesia
Sambangi Menlu, Myanmar ingin belajar demokrasi dari Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menerima kunjungan dari Menteri Informasi Myanmar. Bersama 30 delegasi, tujuan mereka ke Indonesia untuk melakukan capacity building dan berbagi pelatihan terbaik dengan proses demokratisasi dan juga konsiliasi.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menerima kunjungan dari Menteri Informasi Myanmar, Rabu (25/1). Bersama 30 delegasi, tujuan mereka ke Indonesia untuk melakukan capacity building dan berbagi pelatihan terbaik dengan proses demokratisasi dan juga konsiliasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Indonesia seperti laboratorium yang baik bagi Myanmar untuk bisa belajar terkait dengan proses transisi demokrasi.
"Indonesia adalah laboratory yang baik bagi Myanmar untuk bisa belajar terkait dengan proses transisi demokrasi dan rekonsiliasi. Karena kita sendiri mengalami hal itu, terutama proses transisi menuju demokrasi penuh yang dimulai pada 1997 lalu, kita juga punya pengalaman terkait rekonsiliasi konflik di Maluku beberapa tahun lalu," ujar pria akrab disapa Tata di saat ditemui di kantornya, Rabu (25/1).
Rombongan menteri informasi Myanmar ini bekerja sama dengan Harvard School of Democracy. Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan beberapa langkah yang sudah dilakukan Indonesia dalam upaya terus mendukung proses transisi kepada demokrasi dan rekonsiliasi Myanmar.
"Berbagai langkah ini telah disampaikan dalam waktu dua bulan terakhir, Menlu telah melakukan tiga kali kunjungan Myanmar, bertemu berbagai stakeholder seperti Daw Aung San Suu Kyi sampai menteri sosial dan termasuk anggota National Security Adviser Myanmar," sambung Tata.
Tata menambahkan Indonesia sangat menyadari proses demokrasi oleh angkatan bersenjata profesional sehingga berhasil mencapai demokrasi penuh yang mulus. Karenanya Myanmar ingin banyak belajar dari Indonesia karena memiliki sejarah yang sama.
"Makanya mereka sangat butuh adanya dukungan penuh yang mengawal proses demokrasi di Myanmar agar mencapai demokrasi penuh seperti Indonesia," pungkasnya.
Baca juga:
Peduli muslim Rohingya, Indonesia bangun dua sekolah di Myanmar
Indonesia kirim 10 kontainer bantuan kemanusiaan buat warga Rohingya
Menlu Retno serahkan bantuan kemanusiaan Indonesia pada Myanmar
OKI desak Myanmar buka akses pengiriman bantuan
Ini empat usulan Indonesia pada OKI soal Rohingya