Sakit hati, eks prajurit bunuh Panglima Militer Lesotho
Menurut pejabat di Kementerian Pertahanan Lesotho, Ramanka Mokaloba, sekelompok mantan prajurit itu menyerbu rumah korban, Letnan Jenderal Khoantle Motsomotso. Lesotho adalah salah satu negara di Benua Afrika selalu bergolak. Militer juga kerap ikut campur dalam urusan politik dan membikin runyam.
Panglima militer Lesotho, Letnan Jenderal Khoantle Motsomotso, tewas dibunuh. Dia dihabisi oleh sejumlah mantan anak buahnya yang sakit hati karena dipecat.
Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (6/9), kabar itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Lesotho, Sentje Lebona. Menurut dia, insiden menewaskan Motsomotso terjadi pada Selasa pagi. Menurut pejabat di Kementerian Pertahanan Lesotho, Ramanka Mokaloba, sekelompok mantan prajurit itu menyerbu rumah korban.
"Mereka mencoba merangsek ke kantor. Kemudian terjadi tembak menembak antara kedua kelompok dan ajudan panglima," kata seorang petinggi militer Lesotho enggan disebutkan namanya.
Dalam kejadian itu seorang tentara tewas, dan satu terluka.
Perdana Menteri Thomas Thabane juga membenarkan kabar itu dalam jumpa pers Selasa kemarin. Menurut dia kejadian itu adalah langkah mundur buat mengembalikan kedamaian dan stabilitas di negara itu.
Lesotho adalah salah satu negara di Benua Afrika selalu bergolak. Militer juga kerap ikut campur dalam urusan politik dan membikin runyam. Sejumlah tokoh penting di negara itu juga tewas dibunuh. Bahkan mantan panglima militer Lesotho dihabisi dua tahun lalu.
Thabane juga sempat kabur dari Lesotho karena diincar buat dihabisi. Namun, partai besutannya menang dalam pemilihan umum Juni lalu. Meski demikian, pihak militer tidak mendukungnya, dan lebih condong kepada pesaingnya, Pakalitha Mosisili yang memimpin pada 1998 sampai 2012, dan 2015 hingga 2017.(mdk/ary)