LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Saat ISIS makin eksis, Al-Qaidah melemah

Rencana Al-Qaidah memperluas wilayah ke India tak digubris Barat.

2014-09-11 08:04:00
Al-Qaidah
Advertisement

Sejak terbunuhnya pemimpin utama Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin di Pakistan pada 2 Mei 2011, kelompok ekstremis itu bagai anak ayam tanpa induk. Meski beberapa kali diumumkan nama panglima dan ketua baru namun nampaknya tak satu pun bisa menggantikan nama besar Bin Ladin.

Bahkan banyak dari petinggi Al-Qaidah dianggap berhati lemah dan memiliki belas kasihan pada orang yang tidak sepaham dengan kelompok ekstremis itu. Komanda Militer Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) Qassem al-Rimi misalnya, dia pernah membuat pernyataan minta maaf sebab menyerang rumah sakit di Yaman tahun lalu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (23/12/2013). Menurut pengakuannya Al-Qaidah belum pernah sekalipun menyerang instansi publik.

Entah benar atau tidak pernyataan al-Rimi namun pengakuannya ini telah membuat pemimpin Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi sangat kecewa. Dia saat itu tengah berperang dengan tentara pembebasan Suriah (SFA) mengecam permintaan maaf ini.

Advertisement

ISIS bertindak makin brutal saat membantu SFA dalam perang Suriah. Mereka bahkan pernah salah memenggal seseorang yang ternyata salah satu anggota SFA. Sejak saat itulah terjadi perpecahan antara ISIS dan SFA berujung pada pembagian wilayah kekuasaan. ISIS menguasai bagian selatan dan akhirnya mereka ekspansi ke Irak hingga sekarang mendirikan kekhalifahan di sana.

ISIS menggila. Mereka tak memberi ampun pada siapa pun menjadi tawanan. Mereka mengunggah puluhan video berisi pembantaian, pembunuhan, mayat yang dipajang di publik dalam keadaan mengenaskan, kelakuan mereka di luar batas bahkan lebih kasar dari ulah Al-Qaidah saat dipimpin Bin Ladin.

Al-Baghdadi mengatakan ISIS memang berontak dari Al-Qaidah di saat para petinggi tak lagi ada aksi yang membuat takut bangsa Barat. Al-Baghdadi juga bilang Al-Qaidah saat ini bukan lagi teror bagi negara kapitalisme. "Hanya ISIS tempat bagi para pemuda yang militan dan tidak mau disetir barat," ujar al-Baghdadi (9/7) seperti dilansir Al Arabiya.

Advertisement

Sebenarnya kelemahan Al-Qaidah sudah diprediksi oleh mantan pengawal pribadi Bin Ladin. Lantaran banyak perdebatan dalam organisasi membuat kelompok ekstremis ini terpecah visi.

Itu sebabnya meski Al-Qaidah ingin kembali mencari nama dengan membuka cabang baru di India namun mereka tak lagi menjadi ancaman Barat seperti dilansir Al Arabiya (4/9). Mereka tak sanggup mengulangi pemboman spektakuler 11 September 2001.

Al-Qaidah yang akan tersebar di India, Myanmar, dan Bangladesh ini bernama Qaidat al-Jihad. Mereka juga punya misi sama yakni mendirikan kekhalifahan mirip ISIS. Namun rencana ini bahkan tak ditanggapi oleh Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. Presiden kulit hitam itu masih gregetan pada ulah ISIS yang menggorok dua jurnalisnya.

Rencana Al-Qaidah jadi sepoi-sepoi. Kalah pamor oleh sang adik yang makin eksis, ISIS. Kasihan.

(mdk/din)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.