LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Rusia Tangkap Hampir Seribu Pengunjuk Rasa Tolak Invasi Ukraina

Lebih dari 750 orang ditangkap di berbagai kota di seluruh Rusia karena berunjuk rasa menentang invasi Moskow ke Ukraina, yang saat ini memasuki pekan ketiga.

2022-03-15 10:27:42
Perang Rusia Ukraina
Advertisement

Lebih dari 750 orang ditangkap di berbagai kota di seluruh Rusia karena berunjuk rasa menentang invasi Moskow ke Ukraina, yang saat ini memasuki pekan ketiga.

Kelompok pemantau lokal, OVD-Info menyampaikan, polisi menangkap sedikitnya 756 orang selama demonstrasi berlangsung di 37 kota dan sekitar setengahnya ditangkap di ibu kota Rusia, Moskow.

Sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari, OVD-Info melaporkan lebih dari 14.000 penangkapan dilakukan berkaitan dengan protes anti perang, menurut situs web kelompok ini, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (15/3). Dari jumlah ini, lebih dari 170 orang yang dijebloskan ke penjara.

Advertisement

Kremlin mengesahkan UU yang mulai berlaku pada 4 Maret untuk mengkriminalisasi laporan perang independen dan unjuk rasa menentang perang, di mana ancaman hukumannya sampai 15 tahun penjara.

"Sangat sulit bagi orang-orang yang ingin turun ke jalan dan berunjuk rasa," lapor wartawan Al Jazeera, Bernard Smith dari Moskow.

"Siapapun yang berusaha keluar atau terlihat seperti seorang pengunjuk rasa akan diseret dengan kasar," lanjutnya.

Advertisement

Smith menambahkan, seorang perempuan diseret hanya karena memegang selembar kertas putih kosong.

Seorang jurnalis AFP yang berada dalam sebuah unjuk rasa di Moskow menyaksikan sedikitnya belasan penangkapan dan mengatakan polisi menangkap siapapun tanpa kartu pers.

Seorang perempuan muda berteriak "damai untuk dunia" saat dia ditangkap dua polisi, menurut AFP.

Sejumlah polisi huru hara memiliki tanda huruf "Z" dengan warna bendera Rusia di helm mereka, lapor AFP. Huruf tersebut menjadi simbol dukungan invasi ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus" untuk "mendenazifikasi" Ukraina.

Di Saint Petersburg, AFP melaporkan sejumlah penangkapan, termasuk seorang pengunjuk rasa yang diseret di tanah. Nevsky Avenue yang berada di pusat kota ditutup polisi, dimana belasan mobil polisi diparkir di sepanjang jalan tersebut. Menurut AFP, beberapa jurnalis juga ditangkap.

Memakai topi warna kuning dan jaket biru, Kristina (20) mengatakan dia melakukan protes dengan memakai warna bendera Ukraina.

"Mengerikan pergi keluar, tentu, mereka menangkap setiap orang. Banyak temanku ditangkap dalam beberapa hari terakhir, beberapa bahkan dikeluarkan dari kampus," jelasnya kepada AFP.

Pekan lalu, polisi menangkap lebih dari 5.000 demonstran di seluruh Rusia.

Baca juga:
Dua Orang Ukraina Tewas dalam Serangan Udara Rusia di Ibu Kota Kiev
China Bantah Tudingan AS Soal Rusia Minta Bantuan Militer
Gaya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Jenguk Tentara Terluka di Rumah Sakit
Pejabat AS Sebut Rusia Minta Bantuan Militer dari China
Penjualan Perlengkapan Perang Melonjak di Tengah Serangan Rusia ke Ukraina
"Bagi Mereka yang Gugur, Kami Tak Punya Pilihan Selain Harus Menang"
Secara Hukum Bolehkah WNI Ikut Berperang di Ukraina?

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.