Rusia persiapkan tikus menjadi anggota tim antiteror
Indera penciuman tikus lebih kuat dari anjing, sehingga efektif untuk mendeteksi bom di tempat sempit
Ilmuwan Rusia menelurkan terobosan terbaru dalam bidang militer. Negeri Beruang Merah itu diketahui menguji coba tikus menjadi bagian dari tim penjinak bom. Para ahli Rusia meyakinibinatang pengeratini bisa berperan maksimal sebagai pasukan antiteror karena indra penciumannya lebih tajam dari anjing.
Eksperimen tikus ini dilakukan oleh lembaga risetOlfactory Perception (LOP) di Kota Rostov. "Binatang pengerat ini dapat dilatih menemukan bahan peledak yang disusupkan militan semacam ISIS. Lebih dari itu, tikus pintar ini juga dapat menemukan manusia yang berada dalam reruntuhan bangunan," kata Kepala Laboratorium LOP Dmitry Medvedev, seperti dikutip Tabloid Mirror, Selasa (5/1).
Keunggulan binantang pengerat ini telah diteliti di Laboraturium dengan menyambungkan alat elektroda di otaknya. "Tidak seperti anjing, tikus dapat terus masuk ke tempat sangat kecil, yang kita pikir tidak ada yang mungkin bisa masuk ke dalamnya," kata Medvedev.
Dalam sistem yang sudah dimodifikasi di otak para tikus, mereka dapat tahu bila ada manusia yang terjebak dalam puing dan masih dalam keadaan hidup sehingga dapat diselamatkan tim penolong dengan segera.
"Perlu uji coba beberapa tahun hingga kelompok tikus siap diterjunkan dalam aksi nyata, sejauh ini kelompok pengerat baru sudah digunakan di Afrika sebagai pendeteksi ranjau darat dan penyakit TBC," tutup Medvedev.
Baca juga:
Kapal perang Rusia Bystriy, kapal cinta damai
Berwajah mirip, polisi ini suruh adiknya gantikan dia kerja setahun
Disangka mati karena kebanyakan minum vodka, pria ini bangun lagi
Tajikistan larang perayaan Natal dan Tahun Baru
Melihat fenomena langka pembekuan bertahap Sungai Yenisei di Rusia
Kisah Presiden Soekarno paksa Rusia cari makam Imam Bukhori