Rusia: Media Barat mulai lagi propaganda Suriah pakai senjata kimia
Rusia: Media Barat mulai lagi propaganda Suriah pakai senjata kimia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengungkapkan kampanye propaganda yang memojokkan pemerintahan Suriah terkait dugaan penggunaan senjata kimia telah dimulai lagi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengungkapkan kampanye propaganda yang memojokkan pemerintahan Suriah terkait dugaan penggunaan senjata kimia telah dimulai lagi. Propaganda tersebut nantinya akan bersifat masif dan mengungkit "banyak kesalahan".
"Seperti yang telah kami peringatkan beberapa hari lalu, sebuah kampanye propaganda media mengenai penggunaan senjata kimia oleh Damaskus telah dimulai," tulis Zakharova di akun Facebook, seperti dilansir dari laman Rusia Today, Senin (3/7).
Bersamaan dengan tulisan itu, Zakharova juga menyertakan video yang menampilkan orang-orang sedang syuting di sebuah rumah sakit di Ghouta Timur. Mereka akan berakting seolah-olah terkena dampak gas klorin yang digunakan rezim Suriah.
"Akan ada lebih banyak video semacam itu, dan kualitasnya berbeda. Dari kualitas terendah hingga yang terlihat seperti film Hollywood seperti ini. Akan ada banyak video buatan dan kampanye yang direncanakan ini sangat besar," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, kelompok pemberontak Suriah menuduh pasukan pemerintah memakai gas klorin untuk menyerang mereka di sebelah timur Damaskus.
Laporan dirilis Reuters, kelompok yang mengklaim dirinya sebagai Failaq al-Rahman itu menuding pemerintah Suriah telah menyebabkan 30 orang anggotanya menderita lemas akibat serangan di Ain Tarma di wilayah Ghouta timur.
Sementara itu, tentara Suriah membantah tuduhan tersebut melalui pernyataan dalam kantor berita pemerintah, SANA.
"Pasukan pemerintah belum pernah menggunakan senjata kimia sejak dulu, dan tidak akan menggunakannya sampai kapanpun," demikian pernyataan tersebut.
Selain itu, pemerintah Suriah juga membantah tuduhan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) PBB mengenai insiden serangan senjata kimia di kota Idlib pada bulan April lalu. Pemerintah menyebut laporan OPCW berisi pernyataan palsu yang dibuat-buat dan tidak memiliki kredibilitas.
"Tuduhan itu tidak bisa diterima dengan cara apapun karena tidak masuk akal dan hanya berdasarkan imajinasi dari orang berkepentingan yang ingin bersekongkol menjatuhkan pemerintah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah.
Senada dengan bantahan itu, perwakilan OPCW Rusia, Alexander Shulgin, juga mengatakan bahwa laporan tersebut hanya didasarkan pada bukti dari sumber yang patut dipertanyakan. Laporan tersebut diketahui hanya mengandalkan keterangan yang diberikan lembaga swadaya masyarakat.
"Kesimpulan dari laporan ini didasarkan pada data yang patut dipertanyakan, terutama karena laporan ini diberikan oleh semua kelompok oposisi bersenjata dan LSM Pakistan, termasuk White Helmets yang terkenal itu," ujarnya.
Baca juga:
Mencekamnya Damaskus dihantam tiga serangan bom
Curiga bakal lakukan serangan kimia lagi, AS ancam Suriah
'Damai' dengan pemberontak, Suriah bebaskan 672 tahanan
Angkernya ladang ranjau ISIS di Suriah
Sejumlah jenderal Suriah tuduh AS bantu ISIS